Banyak orang merasakan lapar saat masih terjaga pada pukul 11–12 malam. Godaan menyantap makanan praktis seperti mi instan atau memesan kudapan lewat aplikasi pun kerap muncul.
Kondisi ini, menurut dokter spesialis gizi klinik Karina Marcella Widjaja, berkaitan dengan sinyal tubuh yang menilai pasokan energi harian belum terpenuhi setelah beraktivitas sejak pagi. "Badan kita tuh pinter banget, kita sudah makan nih pagi, siang, dan malam, tapi di malam hari kita seharusnya tidur tapi tidak tidur, ternyata kebutuhan harian enggak cukup, jadi merasa lapar," kata dokter spesialis gizi klinik, Karina Marcella Widjaja.
Selain itu, komposisi dan jumlah makanan sepanjang hari juga berpengaruh. Mengurangi porsi makanan pokok saat malam lalu menggantinya dengan camilan manis bisa membuat rasa lapar cepat kembali. "Kalau kita ngemil yang manis-manis, kayak macam-macam itu kan gulanya tinggi. Gulanya itu dia bakal cepat drop. Setelah itu, nanti badan kita akan lebih cepat craving," jelasnya menjawab pertanyaan Liputan6.com beberapa waktu lalu.
Advertisement
Cara Cegah Lapar dan Craving Malam Hari
Karin menyarankan pola makan utama tetap teratur: sarapan, makan siang, dan makan malam dengan gizi seimbang. Piring makan idealnya memuat karbohidrat, protein, dan lemak dalam porsi yang sesuai kebutuhan.
"Intinya makan asupan yang cukup dulu. Nutrisinya harusnya imbang dulu, biar kita enggak gampang craving," kata Karin.
Di luar jam makan utama, camilan diperbolehkan bila diperlukan. Contohnya pada jeda sekitar pukul 10 pagi atau 3 sore. Jika di malam hari masih ingin makan, pilih camilan yang lebih sehat dan perhatikan jaraknya dengan waktu tidur.
Karin mengingatkan bahwa pukul 11 malam idealnya sudah waktu tidur sehingga tidak dianjurkan makan lagi di jam tersebut. "Jam 10 malam, jam 11 malam sudah tidur. Jadi jangan makan lagi. Itu adalah idealnya," ujar Karin.