Penyidik Polda Sumatera Selatan hingga saat ini belum juga meringkus HK, otak perampokan disertai pembunuhan terhadap driver GO-CAR Tri Widyantoro (44). Polisi sudah memutuskan akan menembak mati pelaku jika melawan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, kesulitan penangkapan tersebut karena pelaku berpindah-pindah tempat. Alhasil, keberadaan pelaku tak bisa lagi terdeteksi.
"Dia (HK) selalu lari. Belum tahu apa masih di wilayah Sumsel atau sudah keluar," ungkap Zulkarnain, Selasa (10/4).
Dikatakannya, HK tetap saja diburu sampai kapanpun. Jika sudah melewati masa kedaluwarsa, hukuman pelaku bisa bertambah sepertiga dari ancaman sanksi primer.
"Mau lari kemana saja silakan saja, saya pastikan akan ditangkap, hidup atau mati. Saya perintahkan anak buah saya tindak tegas," ujarnya.
Menurut Zulkarnain, HK berperan sebagai otak aksi tersebut. Dia merupakan perencana dan eksekutor perampok dan pembunuhan hingga membuang jasad korban.
"Ini baru keterangan tersangka yang sudah ditangkap, untuk memastikannya pelaku HK harus tertangkap," kata dia.
Diketahui, driver GO-CAR, Tri Widyantoro hilang misterius sejak mengantar penumpang, Kamis (15/2) sore. Korban yang tinggal di Jalan Letnan Murod, Kelurahan Talang Ratu, Ilir Timur I, Palembang, itu diketahui membawa penumpang tujuan Kenten Laut dengan mengendarai mobil Daihatsu Xenia warna silver nomor polisi BG 1352 RP.
Satu setengah bulan hilang, jasad korban ditemukan sudah menjadi tulang di Desa Muara Sungsang, Banyuasin, Jumat (30/3). Dia menjadi korban perampokan dan pembunuhan. Polisi sudah menangkap tiga dari empat pelaku, satu diantaranya berstatus sebagai mahasiswa Universitas Sriwijaya.