TPP NH - Aziz gelar pengajian muslimah harus bahagia

Dipimpin langsung oleh ketua TPP Pusat yang juga istri Aziz Qahhar, Sabriaty Aziz, pengajian tersebut dihadiri anggota yang merupakan representasi dari perwakilan 15 Desa dan 4 kelurahan se-kecamatan Masamba dengan membawakan tema 'Muslimah Harus Bahagia'.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TPP NH - Aziz gelar pengajian muslimah harus bahagia
TPP NH-Aziz gelar pengajian muslimah harus bahagia. ©2018 Merdeka.com

Ratusan anggota Tim Perempuan Pejuang (TPP) Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menghadiri pengajian yang digelar di jalan Dewi sartika, kecamatan Masamba kabupaten Luwu Utara, Jumat (6/4).

Dipimpin langsung oleh ketua TPP Pusat yang juga istri Aziz Qahhar, Sabriaty Aziz, pengajian tersebut dihadiri anggota yang merupakan representasi dari perwakilan 15 Desa dan 4 kelurahan se-kecamatan Masamba dengan membawakan tema 'Muslimah Harus Bahagia'.

Ummi Aty, sapaan Sabriaty Aziz berbagi menjadi muslimah yang bahagia. Menurutnya, kaum wanita harus melakukan beberapa hal. Di antaranya menjaga penampilan agar selalu tampil cantik dengan tidak berlebihan dan tetap sesuai standar syariah Islam.

"Kedua, selalu ingat Allah dengan selalu menjaga ibadah wajib. Sholat mesti menjadi perhatian utama bagi kita sebagai Ibu dan bagi anak kita. Mengingatkan suami jika dia lalai dan selalu mengondisikan anak-anak agar tetap perhatian dengan ibadah-ibadah wajibnya," tambahnya.

Tips ketiga menurut Pendiri Komunitas Pecinta Keluarga (KIPIK) dan Ummi Community For Lansia (UC4LA) ini, yaitu menegakkan kewajiban sebagai ibu rumah tangga. Di antaranya adalah merekayasa perilaku anak agar terbebas dari belitan arus negatif modernisasi, utamanya penggunaan alat komunikasi berupa gadget.

Selain membahas materi kemuslimahan, Doktor Pendidikan dan Pemikiran Islam tersebut juga membahas masalah yang terkait dengan Hegemoni Sekularisme dan Liberalisme. Secara khusus, Ummi Aty menyerukan agar ibu senantiasa berhati-hati dan tidak terpengaruh sikap para pengasong paham Liberalisme-Feminisme.

"Sering kali kita mendengar ucapan mereka, Diriku adalah Milik Aku dan Kita Memiliki hak yang setara dengan kaum Adam di rana Publik. Dengan demikian, amal ma'ruf nahi mungkar menjadi tidak berguna," ujarnya.

Dengan pemikiran tersebut, tambahnya, kaum laki-laki dianggap tidak lagi menjadi imam bagi kaum perempuan. Dan yang sangat mengerikan, kaum perempuan menjadi sasaran eksploitasi di mana-mana.

"Di sekolah, mereka dilarang berjilbab atau bercadar. Di kantor, mereka diminta buka-bukaan dan mengumbar aurat. Dalam perdagangan dan jual beli, harga diri mereka dilucuti sampai tidak tersisa," bebernya.

Oleh karena itu, ibu sembilan anak ini mengimbau kepada kaum wanita agar terus berupaya mempelajari agama Islam dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Upaya menegakkan agama Islam juga dapat dilakukan dengan memilih pemimpin yang baik dan sesuai syariat.

"Memilih pemimpin harus yang memperhatikan agama Islam sebagai tumpuan kita. Dan sosok tersebut ada di NH-Aziz yang insya Allah siap membawa Sulsel menjadi lebih baik," tutupnya.

Rekomendasi