Keluarga antar jenazah pensiunan TNI AL korban pembunuhan ke peristirahatan terakhir

Keluarga antar jenazah pensiunan TNI AL korban pembunuhan ke peristirahatan terakhir. Pensiunan TNI AL itu sebelumnya ditemukan bersimbah darah di kediamannya Kompleks TNI AL, Jalan Kayu Manis RT 07/06 Nomor 18 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Diduga Hunaedi merupakan korban pembunuhan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Keluarga antar jenazah pensiunan TNI AL korban pembunuhan ke peristirahatan terakhir
Pemakam pensiunan TNI AL korban pembunuhan. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Jenazah Hunaedi (83), dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Hankam, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Lokasi TPU berjarak sekitar 500 meter dari kediaman almarhum.

Pensiunan TNI AL itu sebelumnya ditemukan bersimbah darah di kediamannya Kompleks TNI AL, Jalan Kayu Manis RT 07/06 Nomor 18 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Diduga Hunaedi merupakan korban pembunuhan.

Pantauan di lokasi, rombongan pengantar jenazah sampai di TPU sekitar pukul 10.10 WIB. Istri almarhum bernama Sofiah mengenakan busana dan kerudung abu-abu ikut mengantarkan jenazah suaminya ke tempat peristirahatan terakhir. Sofiah duduk di kursi melihat detik-detik suaminya di masukkan ke liang lahat. Bahkan, berkali-kali terlihat menunduk.

Kepolisian hingga kini masih menyelidiki kasus pembunuhan ini. Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Stefanus Tamuntuan sebelumnya mengatakan, Hunaedi ditemukan tewas dalam keadaan tengkurap dan ditemukan sejumlah luka di tubuhnya.

"Luka robek. Antara lain dua di bagian bawah dada kiri dan satu di lengan kiri," ujar Stefanus, Kamis (5/4).

Stefanus mengatakan, insiden ini terjadi sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu, korban sedang mengaji di kamar tengah. Sementara isteri korban mengaji di kamar tidur. Tiba-tiba saja pintu rumah korban diketuk orang. Tak lama setelah itu, istri korban mendengar suara teriakan minta tolong lalu mencoba menghampirinya.

"Ketika keluar kamar melihat korban sedang dianiaya. Istri korban langsung histeris meminta pertolongan," tutup dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi