Sudirman ditemukan tewas mengenaskan di Diskotek Eksotis, Jl Mangga Besar Raya, pada Minggu (1/4). Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNNP) DKI, Johnypol Latupeirisa, menegaskan sampai hari ini kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab Sudirman tewas.
"Para penyidik kami masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sebagian ke diskotek yang bersangkutan, sebagian lagi ke Rumah Sakit Husada tempat korban meninggal," ujarnya saat dihubungi, Senin (2/4).
Belum dipastikan apakah korban tewas akibat Over Dosis (OD) atau tidak. Namun apabila benar, dia meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, segera menutup diskotek tersebut.
"Kalau sudah jelas korban meninggal karena mengonsumsi narkoba, saya akan merekomendasi diskotek tersebut ditutup. Kalau perlu besok saya sampaikan rekomendasi tersebut ke gubernur DKI," tegasnya.
Dia mengingatkan kembali pada pengelola tempat hiburan tidak cuci tangan dan berkilah bahwa pengunjung mengonsumsi narkoba sebelum datang ke diskotek. Sebab, ia menilai kejadian itu bisa diatasi apabila ada koordinasi dengan petugas.
"Mereka harus tahu setiap tamu yang mengonsumsi narkoba saat masuk diskotek. Perilaku pengonsumsi narkoba dan penampakan fisiknya itu mudah diduga. Kalau karyawan ragu kan bisa lapor. Jangan dibiarkan dong," pungkasnya.
Sebelumnya, seorang pria berumur 47 bernama ditemukan tergeletak di Diskotek Eksotik, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (1/4) malam. Diduga, lelaki itu over dosis setelah mengonsumsi narkoba karena mengeluarkan busa dari mulutnya.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Mirza Maulana, mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu rekam medis dari rumah sakit yang menangani kasus kematian Sudirman.
"Belum bisa diketahui. Masih menunggu rekam medis. Kami masih selidiki soal penyebab kematian. Belum diduga overdosis karena masih menunggu rekam medis dari rumah sakit. Kami lagi dalami apa penyebab kematian," kata dia saat dihubungi, Senin (2/4).