Pengunjung dan pedagang di Taman Cerdas Samarinda menjadi korban sengatan tawon

Pengunjung dan pedagang di Taman Cerdas Samarinda menjadi korban sengatan tawon. Taman Cerdas lokasinya bersebelahan dengan rumah dinas Wali Kota Samarinda. Tempat ini menjadi favorit warga bersantai lantaran banyak pohon rindang.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Pengunjung dan pedagang di Taman Cerdas Samarinda menjadi korban sengatan tawon
Tawon serang warga di taman cerdas. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Dua belas pengunjung dan pedagang menjadi korban serangan tawon yang mengamuk di Taman Cerdas Jalan Letjend S Parman, Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka mengalami bengkak di kepala, tangan hingga kaki.

Taman Cerdas lokasinya bersebelahan dengan rumah dinas Wali Kota Samarinda. Tempat ini menjadi favorit warga bersantai lantaran banyak pohon rindang. Pagi tadi, pengunjung dikejutkan dengan sengatan tawon.

"Dari pagi tadi ada 2 pengunjung lapor ke pos disengat tawon. Nambah 1 lagi dari pedagang, juga disengat tawon," kata petugas jaga rumah dinas Wali Kota, Iwan Apriadi (30), kepada merdeka.com di Taman Cerdas, Rabu (28/3).

Iwan pun berinisiatif mengusir tawon yang memang berkeliaran di bawah pohon di Taman Cerdas. "Saya usir pakai asap setelah saya bakar kardus obat nyamuk, tawonnya naik lagi ke atas pohon," ujar Iwan.

Pedagang di sekitar taman menerangkan, tawon itu menyerang pengunjung lantaran sarangnya diambil orang tak dikenal untuk diambil madu. "Padahal sore kemarin masih ada sarangnya. Jadi sarang diambil, tawonnya keluaran. Kemungkinan malam tadi sarangnya diambil," ungkap Ratna (44), salah seorang pedagang, yang juga korban sengatan tawon.

Pantauan merdeka.com, dari siang hingga sore ini sarang tawon sebagian terlihat hilang dicuri untuk diambil madunya. Puluhan tawon berterbangan di bawah pohon, di Taman Cerdas.

Satu per satu pengunjung jadi korban. Dalam waktu 1 jam kemudian, korban serangan tawon terus bertambah menjadi tidak kurang 12 orang. Sembilan korban baru, merupakan pengunjung taman yang diserang di leher dan kepala.

Termasuk, bocah laki-laki usia 7 tahun, menangis sejadi-jadinya usai diserang tawon. Pengunjung lain lun berlarian. Tanpa terkecuali seorang wartawan koran harian di Samarinda, Joko Iswanto, juga jadi korban sengatan saat memotret sarang tawon.

"Saya nggak tahu. Setelah saya parkir motor, saya jalan di taman, tiba-tiba dikerubuni tawon. Leher saja kena sengat," sebut Fajar (15), salah seorang pengunjung Taman.

Rekomendasi