Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Syarif meminta publik bersabar, terkait penulusuran dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) lewat korupsi E-KTP ke bekas perusahaan milik keponakan Terdakwa Setya Novanto, PT. Murakabi Sejahtera.
"Ya saya sering bilang pada masyarakat umum, kasus KTP-el itu bukan kasus yang kalau lari itu bukan lari 100 meter. Ini marathon. Jadi sabar saja. Proses penyelidikan kasus ini masih panjang," kata Laode saat ditemui di Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
Selain perusahaan tersebut, dugaan pencucian uang korupsi E-KTP juga disebut-sebut mengalir dalam pembiayaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) bekas partai yang diketuai Novanto, Golkar. Namun kembali, Laode belum bisa bersuara dan mengatakan hal itu baru sebatas info permulaan.
"Ya itu makanya kan kita tak bisa langsung, ini kan informasi yang baru kita dengarkan. Info itu jadi jd bahan penyelidikan baru buat KPK," jelas dia.
Saat ini, lanjut Laode, KPK tengah mendiskusikan keterangan Novanto sebaik mungkin, sebelum naik ke tingkat yang lebih serius. Laode merasa ada keanehan di balik keterangan tersebut, lantaran Novanto kerap menyebut sumber informasi dari nama orang lain.
"Perlu dicatat, dia menyebut banyak keterlibatan orang lain, selalu dia mendengar dari orang, diceritakan orang, katanya-katanya. Bukan dari dia sendiri, keanehannya seperti itu. Dan ini sebatas ini sebatas info awal saja," Laode menutup.
Reporter: Radityo
Sumber: Liputan6.com