Presiden Jokowi ingatkan kritik harus dengan data komplet

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah tidak anti kritik. Pemerintah siap menerima masukan dan kritikan dari rakyat selama itu bersifat membangun dan memberikan solusi.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Presiden Jokowi ingatkan kritik harus dengan data komplet
Jokowi disambut salam Maori di Selandia Baru. ©2018 AFP PHOTO/Marty MELVILLE

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah membutuhkan kritikan dari rakyat untuk membawa Indonesia lebih baik. Namun, kritikan tersebut harus berdasarkan data yang valid dan lengkap.

"Tentu saja kritik dengan sebuah data-data yang komplet," ujarnya usai menghadiri rapat pimpinan nasional (Rapimnas) II Partai Persatuan Indonesia (Perindo) di JCC, Jakarta, Rabu (21/3).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, pemerintah tidak anti kritik. Pemerintah siap menerima masukan dan kritikan dari rakyat selama itu bersifat membangun dan memberikan solusi.

"Jadi saya sampaikan kritik itu sangat perlu. Dalam berdemokrasi kritik itu perlu, kritik yang memberikan solusi kemudian untuk sebuah perbaikan yang lebih baik," kata dia.

Belakangan ini, pernyataan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menuai polemik. Bahkan, pernyataannya yang menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah oleh Presiden Joko Widodo merupakan suatu pembohongan, membuat Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan marah besar.

Pernyataan itu disampaikan Amien Rais saat menjadi pembicara dalam diskusi Bandung Informal Meeting yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3).

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien.

Rekomendasi