Polres Jakbar gerebek distributor gudang makanan kedaluwarsa di Cengkareng

Hengki Haryadi mengatakan ketiga tersangka yang diringkus merupakan karyawan PT. PRS. Mereka memiliki jabatan yang berbeda-beda. RA sebagai Direktur PT. PRS. Kemudian DG dan AH sebagai Kepala Gudang.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Polres Jakbar gerebek distributor gudang makanan kedaluwarsa di Cengkareng
polisi ringkus penyuplai makanan kadaluarsa. ©2018 Liputan6.com

Aparat Polres Metro Jakarta Barat telah menggerebek sebuah gudang dijadikan tempat produksi mengganti tanggal kedaluwarsa produk makanan, di Tambora. Kini, polisi akan menggerebek lokasi dengan praktik serupa.

Kali ini yang didatangi polisi adalah distributor gudang produk kedaluwarsa tersebut. Lokasi di Cengkareng.

"Insya Allah hari ini kita akan kembali gerebek lagi," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi kepada merdeka.com, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/3).

Kata Hengki, gudang tersebut merupakan tempat penyimpanan makanan yang diduga sudah kedaluwarsa.

"Ini jadi apa yang dimakan racun, kita harus basmi ini (pelaku kejahatan)," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 96.780 produk kedaluwarsa disita Polres Metro Jakarta Barat. Selain itu, tiga pelaku RA (36), DG (27), dan AH (33) ikut diringkus dari rumah yang berlokasi di Jalan Kalianyar I, No. 16-17, Jembatan Besi Tambora, Jakarta Barat.

Hengki Haryadi mengatakan ketiga tersangka yang diringkus merupakan karyawan PT. PRS. Mereka memiliki jabatan yang berbeda-beda. RA sebagai Direktur PT. PRS. Kemudian DG dan AH sebagai Kepala Gudang.

"Kami sudah menangkap 3 tersangka. Dua Kepala Gudang dan Satu Direktur. Kami akan perdalam lagi," kata Hengki, Selasa (20/3).

Hengki menjelaskan, perusahaan ini menjalankan praktik licik sejak 2014. Caranya, mengganti label masa kedaluwarsa yang tertera pada produk.

"Barang yang kedaluwarsa sudah habis dihapus menggunakan tiner dan diganti dengan label tanggal kedaluwarsa yang baru," ujar dia.

Puluhan ribu produk kedaluwarsa itu mayoritas makanan impor dari Australia dan Australia.

"Yang jelas gudang ini dijadikan sebagai tempat perubahan masa kedaluwarsa," tandasnya.

Rekomendasi