Jumlah penumpang kereta rel listrik commuter line di Stasiun Bekasi, Jawa Barat bertambah 1.000 orang menyusul adanya kebijakan ganjil genap di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta.
"Belum ada penambahan yang signifikan, kalau dibandingkan pekan lalu hanya kisaran 1000-an penumpang," kata Kepala Stasiun Bekasi, Syarif Hidayat, Selasa (13/3).
Menurut Syarif, peningkatan jumlah penumpang dari Stasiun Bekasi yang mayoritas menuju ke Jakarta terjadi pada pagi hari hingga pukul 09.30 WIB. Waktu tersebut merupakan bersamaan dengan diberlakukannya ganjil genap di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur mulai pukul 06.00-09.00 WIB.
"Jumlah penumpang rata-rata sekarang mencapai 42 ribu, sebelumnya sekitar 41 ribu," kata Syarif.
Kementerian Perhubungan memberlakukan tiga paket kebijakan untuk mengatasi kemacetan di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai Senin (12/3) kemarin. Kebijakan itu antara lain pembatasan kendaraan melalui sistem ganjil genap di GT Bekasi Barat dan Bekasi Timur.
Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan bus premium dengan tarif Rp 20 ribu dengan titik pemberangkatan di Grand Dhika City (Bekasi Timur) dan Mega City Bekasi (Bekasi Barat). Adapun di dalam tol, terdapat jalur khusus angkutan umum.
Terakhir, pemerintah mengatur truk berat dengan sumbu tiga ke atas agar tidak beroperasi di dua jalur ruas tol Jakarta-Cikampek dari Cawang sampai Karawang Barat mulai pukul 06.00-09.00 WIB. Sejauh ini, paket kebijakan itu berjalan efektif untuk mengurangi kepadatan di tol.