Kemenkes gunakan metode flying healthcare tangani gizi buruk di Asmat

Menteri Kesehatan RI Nila S Moeloek mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pemberian pelayanan kesehatan dengan cara 'flying healthcare'.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Kemenkes gunakan metode flying healthcare tangani gizi buruk di Asmat
Nila Moeloek. ©2014 merdeka.com

Pemerintah telah melakukan penanganan terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Upaya penyelamatan dilakukan sejak KLB ditetapkan di kawasan paling timur Indonesia itu.

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pemberian pelayanan kesehatan dengan cara 'flying healthcare'.

"Rumah sakit kita tetap pakai flying healthcare kami kirim, sekarang sudah ada yang keempat," katanya di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (27/2).

Terakhir, dia bersama Menko PMK Puan Maharani, Mensos Idrus Marham, Mendikbud Muhadjir Effendy, serta Kepala Staf Presiden Moeldoko, menyambangi Distrik Agats. Mereka meninjau ketersediaan air bersih, pelayanan kesehatan dan RSUD Asgats.

Menurut Nila program kementerian telah berjalan dengan baik untuk menangani wabah di Asmat. Namun, dia mengakui masih ada kesulitan akses di desa-desa di sana. Maka itu, sistem pelayanan yang diterapkan masih bersifat berpindah-pindah.

"Hanya persoalannya di desa-desa itu kita memang harus menjangkau," ujarnya.

Terkait cara menyelesaikan masalah itu pun, dia bersikeras tak mungkin memindahkan warga yang tinggal di pedalaman sana. "Tidak bisa, 224 desa, satu desa kadang isinya 3 orang gimana," jelasnya.

Sebelumnya, Menko PMK Puan Maharani mengklaim 90 persen program pemerintah untuk menanggulangi KLB di Kabupaten Asmat telah dijalankan. Dia pun menyatakan pemerintah telah menyiapkan tim kesehatan dan pengajar untuk dikirim lagi ke sana.

"90 persen program yang dikirim ke Asmat sejak KLB Campak, beberapa waktu lalu sudah terdistribusi. Memang semuanya program yang kami kirim ke sini dari tim kementerian-lembaga sudah masuk semua," kata Puan di Distrik Asgats, Kamis (22/2).

Rekomendasi