Pengakuan 4 tersangka, pengendali sabu 1,6 ton berinisial Mr L

Sebelum diberhentikan di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, kapal pembawa sabu tersebut berlayar dari Pelabuhan Lianjiang, China. Namun seperti apa rute selanjutnya yang dilalui masih didalami.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Pengakuan 4 tersangka, pengendali sabu 1,6 ton berinisial Mr L
Rilis penyelundupan 1,8 ton narkoba. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Empat orang Warga Negara Taiwan yang ditangkap bersamaan temuan sabu 1.6 ton ternyata masih satu keluarga. Keempat orang itu adalah Tan Mai (69), Tan Yi (33), Liu Yin Hua (63) dan Tan Hui (43) yang merupakan nahkoda Kapal.

"Mereka masih satu keluarga," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto, di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (27/2).

Namun, Eko tidak menjelaskan lebih detil seperti apa hubungan keluarga keempat orang tersangka.

Dalam kesempatan yang sama, Eko menjelaskan, sebelum diberhentikan di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, kapal pembawa sabu tersebut berlayar dari Pelabuhan Lianjiang, China. Namun seperti apa rute selanjutnya yang dilalui masih didalami.

"Apakah masuk ke Batam baru masuk Penang lalu ke Anambas atau dari China langsung ke Anambas," jelasnya.

Dia menambahkan, penelusuran jalur yang didalami untuk mengetahui tujuan kapal sebenarnya dan siapa bandar di balik sabu tersebut.

"Sehingga nanti diketahui kapal ini mau ke mana, siapa penerimanya, mudah-mudahan terungkap bandar yang bermain," ungkapnya.

Saat ini, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Kepolisian China untuk mengejar otak di balik pengiriman barang tersebut. Apalagi dalam keterangan para tersangka, telah disebut siapa yang menyuruh mereka membawa barang tersebut je Indonesia.

"Dia dikendalikan Mr L tapi dia tidak tahu isi barangnya," tandasnya.

Rekomendasi