Maraknya kasus penyerangan terhadap pemuka agama dan di rumah ibadah belakangan ini mendapatkan sorotan Ketua DPR Bambang Soesantyo. Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengatakan ada tangan-tangan tak terlihat yang bermain di balik peristiwa tersebut.
"Ada semacam tangan-tangan tak terlihat. Ada grand skenario yang ingin mengoyak kesatuan bangsa kita dengan modus penyerangan rumah ibadah," ujar Bamsoet saat ditemui di acara peluncuran Buku Buya Syafii Maarif, Sabtu (24/2) malam.
Bamsoet telah meminta Polri dan TNI untuk menindak tegas pelaku yang melakukan penyerangan rumah ibadah dan tokoh agama. Dia juga meminta kepada Polri untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan membongkar otak di balik penyerangan tersebut.
"Polanya terstruktur dan terorganisir. Kami sudah minta ke Polri dan TNI untuk membongkar jaringan yang memecah belah bangsa dengan mengoyak sentimen keagamaan kita. Mereka (otak di balik penyerangan) mencoba mengganti (asas kebangsaan) dengan modus yang kasar," urai Bamsoet.
Bamsoet juga menduga ada pihak asing yang turut bermain di balik isu itu. karena itu, BIN dan TNI diharapkan ikut turut membongkar upaya pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa dengan penyerangan menggunakan isu agama.
"Saya berharap (peristiwa penyerangan rumah ibadah dan tokoh agama) tak mengganggu pesta demokrasi tahun ini (pilkada serentak) dan pesta demokrasi tahun depan (pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden)," tutup Bamsoet.