Longsor bikin kereta cepat bandara setop operasi, PT Railink merugi

PT Railink, operator kereta cepat Bandara Soekarno-Hatta ditaksir mengalami kerugian hingga miliaran rupiah selama 4 hari terakhir berhenti beroperasi. Longsor yang membuat tembok underpass di jalan perimeter selatan ambruk membuat kereta tak bisa melintas di atasnya.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Longsor bikin kereta cepat bandara setop operasi, PT Railink merugi
Longsor Bandara Soekarno-Hatta. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

PT Railink, operator kereta cepat Bandara Soekarno-Hatta ditaksir mengalami kerugian hingga miliaran rupiah selama 4 hari terakhir berhenti beroperasi. Longsor yang membuat tembok underpass di jalan perimeter selatan ambruk membuat kereta tak bisa melintas di atasnya.

Diah Suryandari, Humas PT Railink, belum dapat memastikan kapan kereta cepat akan kembali melayani penumpang. "Kami masih melihat kondisi di lapangan untuk mengoperasikan kereta Bandara," ucapnya, Kamis (8/2) saat dikonfirmasi.

Dia mengaku, sejak dioperasikan pada akhir tahun 2017, rata-rata setiap hari kereta mampu mengangkut 1.600 hingga 1.700 penumpang dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Hari ini masih belum dioperasikan. Kalau dihitung kerugian, dalam sehari saja kami ada 1.600 sampai 1.700 orang penumpang per hari," terang Diah.

Sebagai informasi, tarif kereta cepat Bandara sendiri dihargai mulai Rp 35 ribu untuk perjalanan dari dan menuju Stasiun Batu Ceper, sedangkan melalui stasiun BNI City, Sudirman Baru, tarif kereta cepat Bandara dibanderol seharga Rp 70 ribu per orang untuk satu kali perjalanan.

Halaman
Rekomendasi