Usai bunuh karyawati BPR, pelaku berikan barang berharga korban ke kekasihnya

Usai bunuh karyawati BPR, pelaku berikan barang berharga korban ke kekasihnya. Pelaku mengaku bersembunyi di tempat pacarnya Indragiri Hulu. Namun saat petugas bertemu sang pacar, ternyata berperilaku layaknya waria.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Usai bunuh karyawati BPR, pelaku berikan barang berharga korban ke kekasihnya
Pembunuh karyawan BPR. ©2018 Merdeka.com

KY (21), pembunuh Dera Dewanti Dirgahayu (38), karyawati BPR Karanganyar, diduga memiliki kelainan seksual. Pelaku mempunyai pacar seorang pegawai salon di Indragiri Hulu, Riau.

Hal tersebut terindikasi saat jajaran Satreskrim Polres Boyolali meringkus tersangka di tempat persembunyiannya Indragiri Hulu, Riau Jumat pekan lalu. Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto mengungkapkan hal tersebut di sela press release di Mapolres Boyolali, Senin (29/1).

Willy mengatakan, jika pelaku mengaku bersembunyi di tempat pacarnya Indragiri Hulu. Namun saat petugas bertemu sang pacar, ternyata berperilaku layaknya waria.

"Saat kita tangkap di salon, katanya mau diberikan ke pacarnya. Lalu kita tanyakan, siapa pacarnya. Dia menjawab namanya Cinta," kata Willy sembari menirukan perkataan tersangka.

"Cinta waria ini, iya," kata Willy.

Dia menambahkan, selain mengamankan tersangka pihaknya juga menyita 20 barang bukti. Di antaranya mobil Honda Jazz, tangga, selimut (steger), 4 sepatu, catok, parfum, hair driyer, BPKB, STNK, grunting pakaian dalam, sejumlah kabel, 2 buah handphone, ikat pinggang, tali tas dan sebuah tas kecil.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Boyolali, Jawa Tengah berhasil menangkap pelaku pembunuhan Dera Dewanti Dirgahayu (38), karyawati BPR Karanganyar, yang mayatnya ditemukan di persawahan, Boyolali, Senin (22/1) lalu. Pelaku berinisial KY yang merupakan tetangga korban masih berusia 21 tahun.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi mengatakan, pada awalnya tak ada niatan pelaku untuk membunuh korban. Pelaku hanya akan melakukan pencurian di rumah korban. Namun saat beraksi, korban yang terbangun berteriak. Karena panik, pelaku kemudian menyumbat mulut korban.

Kapolres juga mengungkapkan, jika pelaku tersebut bukan seorang residivis. Ia melakukan pencurian karena kehabisan uang.

"Pelaku ini masuk dari pintu belakang, kemudian naik ke genteng dan turun melalui plafon. Setelah mulut disumbat, korban ini pura-pura pingsan biar tidak dilakukan kekerasan. Tapi setelah pelaku mau keluar korban berteriak lagi. Saat itulah pelaku kembali menyumbat mulut dan mengikat tangan korban. Korban kehabisan napas dan meninggal," jelas Kapolres, saat menggelar konferensi pers, Minggu (28/1).

Rekomendasi