Panik dikejar usai merampas, penjambret jatuh dan tewas diamuk massa

Panik dikejar usai merampas, penjambret jatuh dan tewas diamuk massa. Sementara seorang tersangka berhasil kabur.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Panik dikejar usai merampas, penjambret jatuh dan tewas diamuk massa
Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Dua penjambret dihajar massa setelah tepergok merampas tas pemotor. Satu pelaku bahkan tewas dalam perawatan di rumah sakit usai mengalami luka akibat dipukul massa.

Pelaku tewas berinisial AS (22), warga Kelurahan Pasar PUT, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Rejang Lebong, Bengkulu. Sedangkan pelaku yang diamankan berinisial MR (17), warga Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Peristiwa itu terjadi saat kedua pelaku menjambret tas korban, Kartika Purnama Sari (32) di Jalan Kenanga II, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Lubuklinggau, Rabu (17/1) sore. Kedua pelaku terjatuh dari motor karena panik dikejar warga setelah berhasil membawa kabur barang korban.

Kemudian keduanya melarikan diri secara terpisah. Tersangka MR ditangkap Brimob Polres Lubuklinggau yang kebetulan berada di lokasi. Sedangkan AS menjadi bulan-bulanan massa dan tewas setelah menjalani perawatan beberapa jam kemudian.

Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Ali Rajikin mengungkapkan, akibat kejadian itu korban mengalami luka di sekujur tubuhnya usai terjatuh saat tas miliknya ditarik paksa kedua pelaku. Beruntung, warga segera mengejar keduanya dan akhirnya ditangkap.

"Satu pelaku tewas karena digebuki massa, satu lagi sudah kita tahan. Sementara korban mengalami luka-luka," ungkap Ali, Kamis (18/1).

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya stu unit sepeda motor Honda Beat warna putih biru milik pelaku, tas sandang berisi handphone dan uang tunai Rp 68.500 milik korban. Ada juga tas sandang warna biru milik korban lain yang diduga hasil aksi pelaku.

"Diduga kedua pelaku baru saja menjambret di TKP lain dan kembali mengulanginya saat bertemu korban," pungkasnya.

Rekomendasi