Tim DVI Rumah Sakit Bhayangkara Palembang baru berhasil mengidentifikasi dua dari sebelas mayat korban speedboat tenggelam di perairan Tanjung Sare, Banyuasin, Sumatera Selatan. Proses identifikasi terhambat lantaran mayoritas wajah korban rusak akibat dimakan ikan.
Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Tri Yuwono mengungkapkan, dua korban yang teridentifikasi adalah Suhendri (31) dan Sofiah Irwandi alias Ujang Mas (58). Identitas keduanya diketahui dari data primer, yakni sidik jari dan struktur gigi. Tim juga mencocokkan data sekunder yang melekat di tubuh korban, seperti pakaian, KTP, dan SIM card handphone.
"Dari pagi sampai sore ini baru dua jenazah yang sudah teridentifikasi. Satu di antaranya sudah diserahkan ke pihak keluarga," ungkap Tri, Jumat (5/1).
Menurut dia, tim dokter kesulitan dalam mengidentifikasi jenazah. Hal ini disebabkan mayoritas wajah sudah rusak akibat membusuk dan dimakan ikan.
"Hidung, mata, bibir kebanyakan sudah hilang, bagian wajah lain juga rusak. Wajar saja, di dalam air, dimakan ikan," ujarnya.
Meski demikian, pihaknya menargetkan mampu mengidentifikasi seluruh jenazah malam ini. Cara efektif dilakukan dengan cara mencocokkan fisik korban dari keterangan keluarga.
"Misalnya pakaian korban, ciri fisik lainnya. Itu dibutuhkan sebagai data sekunder," kata dia.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, proses identifikasi harus dilakukan sesuai prosedur. Hal ini untuk menghindari jenazah tertukar yang diserahkan ke pihak keluarga.
"Keluarga minta cepat, mereka kenal dengan pakaiannya. Tapi tidak bisa seperti itu saja, ada prosesnya, kan kasihan kalau tertukar," terangnya.
Pantauan merdeka.com, puluhan keluarga korban masih memenuhi sekitaran kamar mayat RS Bhayangkara Palembang. Mereka berharap keluarganya segera diidentifikasi agar cepat dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.