Lahan sekolah masih sengketa, ratusan siswa SD di Mojokerto ngungsi

Sejak Rabu (3/1), semua kegiatan belajar mengajar seluruh siswa dan guru di SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto mengungsi di gedung Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya, yang berjarak sekitar 100 meter dari sekolah SD.

Budi Widayat
Oleh Budi Widayat - Reporter
Lahan sekolah masih sengketa, ratusan siswa SD di Mojokerto ngungsi
Siswa SDN Kranggan Kota Mojokerto. ©2018 Merdeka.com

Sebanyak 248 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kranggan 1 Kota Mojokerto Jatim, terpaksa belajar mengungsi di tempat lain karena lahan sekolah mereka masih sengketa. Belum diketahui pasti sampai kapan sengketa lahan SDN Krangan 1 ini selesai.

Sejak Rabu (3/1), semua kegiatan belajar mengajar seluruh siswa dan guru di SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto mengungsi di gedung Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya, yang berjarak sekitar 100 meter dari sekolah SD.

Sampai saat ini belum ada yang berani masuk gedung SDN Kranggan 1, karena pagar gerbang sekolah masih disegel dengan postes oleh warga yang mengaku ahli waris tanah, Sareh Sujono almarhum.

Salah satu walimurid Kariyadi, meminta persoalan sengketa lahan SDN Kranggan 1 segera diselesaikan. Jangan sampai berlarut larut dan mengganggu proses belajar mengajar.

"Dipindah lokasi seperti ini sebenarnya bukan solusi, tapi pemaksaan. Kita menerima, karena tidak ada pilihan lain," kata Kariyadi, Rabu (3/1).

Menurutnya, kekhawatira para walimurid tidak hanya tempat belajar mengajar saja, namun fasilitas belajar seperti buku-buku dan fasilitas lainya ada di gedung sekolah.

"Tidak hanya proses belajar mengajar, namun semua fasilitas ada di sekolah, seperti buku buku dan fasilitas yang lainya," tambah Kariyadi.

Pemkot Mojokerto melalui Dinas Pendidikan Kota Mojokerto sebelumnya sudah melakukan rapat dengan pihak sekolah dan walimurid untuk membahas masalah ini. Pemkot Mojokerto juga akan memanggil pihak yang terkait dengan sengketa lahan SDN Kranggan 1.

"Saya tadi sudah memotifasi murid murid supaya tidak terpengaruh dengan situasi seperti ini. Saya akan memanggil dan mengundang pihak pihak yang terkait sengketa lahan (ahli waris Sareh Sujono, Suwastini dan Rudy pengusaha yang membeli dan rukar guling lahan). Saya juga menunggu proseh hukum polisi," kata Gentur Prihantono, Sekda Kota Mojokerto.

Seperti diketahui pagar pintu gerbang SDN Kranggan 1, Selasa (2/1) pagi kemarin, diketahui sudah disegel warga yang mengaku ahli waris pemilik lahan yang ditempati ge

Rekomendasi