Hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (20/12). Hujan mengakibatkan tanah longsor di dua kecamatan yaitu Patuk dan Gedangsari.
Tanah longsor membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu puluhan warga juga terpaksa harus mengungsi karena takut ancaman longsor susulan.
Kasi Logistik dan Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sutaryono menuturkan tanah longsor di Patuk terjadi di wilayah Dusun Semilir, Desa Terbah. Bukit setinggi 25 meter, lanjut Sutaryono longsor dan menutup akses kabupaten antar kecamatan.
"Selain menutup jalan, ada pergerakan tanah yang menyebabkan rekahan pada ketinggian 30 meter. Akibatkan ada enam rumah yang berpenghuni 22 jiwa terpaksa harus mengungsi," jelas Sutaryono saat dihubungi, Kamis (21/12).
Sutaryono menerangkan material longsoran menyebabkan sejumlah tiang listrik padam dan listrik warga mengalami gangguan. Saat ini, lanjut Sutaryono sejumlah relawan dan tim TRC diterjunkan untuk membantu penanganan tanah longsor.
"Saat ini sedang dilakukan proses pembersihan material longsoran yang menutup jalan. Semoga secepatnya selesai. Sejumlah relawan sudah ke sana. Kami juga sudah mengirimkan logistik permakanan," terang Sutaryono.
Sutaryono menjabarkan selain di Patuk, tanah longsor juga terjadi di dua desa di Gedangsari. Dua desa itu adalah Desa Watugajah dan Desa Mertelu.
"Di Desa Watugajah tebing longsor mengancam dua rumah. Sedangkan di Desa Metelu, tepatnya di Dusun Mertelu Kulon menyebabkan satu rumah rusak sehingga satu kepala keluarga terpaksa pindah sementara ke tetangganya," urai Sutaryono.
Sutaryono menambahkan longsor juga terjadi di Desa Hargomulyo. Di desa Hargomulyo, kata Sutaryono, tanah longsor menyebabkan akses jalan kampung tertutup material longsoran.
"Saat ini tengah dilakukan pendataan terkait kerugian akibat kejadian kemarin. Selain itu kami meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada terutama wilayah rawan longsor. Wilayah rawan longsor terdapat di tujuh kecamatan di Gunungkidul, mulai dari Purwosari, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong," tutup Sutaryono.