Anggaran pelaksanaan Asian Paragames 2018 mencapai Rp 1,7 triliun

Setelah sempat tertunda, DPR akhirnya menyetujui anggaran Asian Paragames 2018 sebesar Rp 1,7 triliun. Sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan menjadi juara umum even olahraga terbesar atlet disabilitas di Asia tersebut.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Anggaran pelaksanaan Asian Paragames 2018 mencapai Rp 1,7 triliun
Ilustrasi Olahraga. ©2014 Merdeka.com

Setelah sempat tertunda, DPR akhirnya menyetujui anggaran Asian Paragames 2018 sebesar Rp 1,7 triliun. Sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan menjadi juara umum even olahraga terbesar atlet disabilitas di Asia tersebut.

Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC) Silviana Murni mengungkapkan, dengan persetujuan anggaran, tidak ada masalah lagi dalam persiapan penyelenggaraan. Panitia mulai fokus melakukan sosialisasi agar sukses sebagai tuan rumah.

"Ya, sudah ketuk palu, sudah diterima. Besarannya Rp 1,7 triliun untuk tahun depan," ungkap Silviana di Palembang, Rabu (20/12).

Menurut dia, angka itu jauh lebih kecil di banding anggaran yang dikucurkan pemerintah dalam Asian Games 2018. Sebab seluruh venue dalam Asian Paragames menggunakan Asian Games yang bergulir dua bulan sebelumnya.

"Kalau dihitung-hitung delapan kali lipat lebih kecil dari Asian Games. Tapi wajar, mengingat kuantitas cabor dan tidak membangun fasilitas baru," ujarnya.

Dia mengakui, keterlambatan pencairan dan persetujuan anggaran membuat gaung Asian Paragames yang bakal digelar di Jakarta pada 6-13 Oktober 2018, nyaris tak berbunyi. Meski demikian, sisa waktu mepet digunakan secara maksimal agar masyarakat tahu dan bangga dengan even tersebut.

"Saya dilantik sebagai wakil ketua INAPGOC baru enam bulan. Selama ini memang kendalanya anggaran, sekarang tidak ada masalah lagi," kata dia.

Selain sukses penyelenggaraan dan administrasi, Indonesia ditargetkan menjadi juara umum Asian Paragames 2018. Hanya saja, beberapa negara peserta, seperti China dan Korea Selatan menjadi saingan terberat karena memiliki atlet dan fasilitas olahraga mumpuni.

"Maunya juara umum. Tidak ada negara yang ditakuti, tapi tetap waspada," pungkasnya.

Rekomendasi