BNPB: Gempa susulan terjadi 19 kali

BNPB: Gempa susulan terjadi 19 kali. Menurut Sutopo, gempa susulan tersebut adalah hal yang wajar. Setelah terjadi gempa dengan kekuatan besar, biasanya memang muncul gempa susulan dengan skala yang kecil untuk mencari keseimbangan sistem lempeng bumi.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
BNPB: Gempa susulan terjadi 19 kali
BNPB rilis pusat gempa Tasikmalaya. ©2017 merdeka.com/titin supriatin

Gempa tektonik dengan kekuatan 6,9 skala richter mengguncang sejumlah daratan di Pulau Jawa pada Jumat (15/12) malam. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, setelah kejadian itu tercatat ada 19 kali gempa susulan."Gempa susulan sejak tadi malam sampai sekarang sudah terjadi gempa susulan sebanyak 19 kali," ucap Sutopo saat memberikan keterangan pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (16/12).Menurut Sutopo, gempa susulan tersebut adalah hal yang wajar. Setelah terjadi gempa dengan kekuatan besar, biasanya memang muncul gempa susulan dengan skala yang kecil untuk mencari keseimbangan sistem lempeng bumi."19 Kali gempa susulan itu tidak merusak karena di bawah 5 SR," ucapnya.Diberitakan sebelumnya, gempa bumi 4,5 skala richter mengguncang Sukabumi pada Jumat kemarin. Selain Sukabumi, Barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat juga digoyang dengan gempa berkekuatan 6,9 skala richter.Kepala BPBD Jawa Barat, Dicky Saromi mencatat ada enam daerah yang terdampak gempa bumi. Enam daerah itu adalah, Kabupaten Bandung dua rumah rusak berat, Ciamis terdapat 188 rumah rusak, masing-masing kategori rusak berat 50 rumah, rusak sedang 53 rumah dan rusak ringan 55 rumah.Lalu, Kabupaten Garut terdapat 27 rumah rusak sedang. Sedangkan di Tasikmalaya berdampak terhadap 109, di antaranya rusak berat 44 rumah, dan 65 rusak sedang. Setelah itu, di Pangandaran berdampak pada 91 rumah, masing-masing 38 rusak berat, 20 rusak sedang dan 33 rusak ringan. Terakhir di kota Banjar dengan 7 rumah rusak.

Rekomendasi