Fadli Zon minta buku SD yang tulis Yerussalem ibu kota Israel ditarik

"Harusnya ada yang bertanggung jawab. Jangan hanya menerbitkan buku saja. Tapi ada bertanggung jawab soal ini kenapa ini bisa lolos," ujar Fadli.

Sania Mashabi
Oleh Sania Mashabi - Reporter
Fadli Zon minta buku SD yang tulis Yerussalem ibu kota Israel ditarik
Tokoh gerindra kumpul di rumah Prabowo. ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengonfirmasi buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang menyebut Yerusalem adalah ibu kota Israel sudah beredar sejak tahun 2008.Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR Fadli Zon menyarankan buku itu untuk ditarik. Sebab, kata Fadli, munculnya nama Yerussalem sebagai ibu kota dari Israel di buku IPS kelas 6 SD itu kelalaian pengawasan."Saya pikir itu jelas kurang pengawasan, itu hal yang sensitif ya. Buku tersebut harus dikoreksi atau malah ditarik," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/12). Menurutnya jika buku itu dibiarkan akan menimbulkan kontroversi. Mengingat sekarang masih ada polemik antara Israel dan Palestina terkait wilayah tersebut."Kalau sebut salah satu ibu kota saja di negara lain bisa salah, apalagi ini di negara yang dianggap kontroversial dan ada proses perundingan perdamaian soal Israel," ujarnya.Sebab itu, penarikan itu harus dilakukan untuk menghindari adanya kontroversi. Dia pun meminta ada yang bertanggung jawab atas adanya kesalahan dalam buku itu."Harusnya ada yang bertanggung jawab. Jangan hanya menerbitkan buku saja. Tapi ada bertanggung jawab soal ini kenapa ini bisa lolos," ujarnya.Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mendeklarasikan bahwa Yerussalem yang merupakan wilayah netral adalah ibu kota Israel. Hal itu hingga kini masih menjadi polemik dan menimbulkan kecaman dari dunia internasional.

Rekomendasi