Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan mampu membendung dan memerangi berbagai pengaruh negatif yang dapat memecah persatuan bangsa di negara ini. Umat diharapkan dapat mengukuhkan kesadaran dan meneruskan perjuangan dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan"Keteladanan Nabi Muhammad harus kita jadikan pegangan dalam memelihara perdamaian dan kesatuan NKRI dari berbagai ancaman perpecahan, seperti ancaman paham radikal terorisme," kata Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dalam keterangannya, Jumat (1/12).Mantan Wakil Menteri Agama ini berharap dengan Maulid dapat menyadarkan seluruh umat Islam bahwa Nabi Muhammad adalah figur yang harus diteladani. "Selama hidupnya Nabi Muhammad itu tidak pernah mengedepankan kekerasan dalam menghadapi segala macam permasalahan," tuturnya."Dalam menghadapi segala macam permasalahan, Nabi Muhammad lebih menekankan kepada aspek perdamaian, persaudaraan, toleransi, persamaan dan keadilan. Itu yang dilakukan Nabi pada saat itu," tambahnya.Lebih lanjut Nasaruddin mengingatkan masyarakat harus mencontoh apa yang telah diperbuat Nabi Muhammad sesama umat dan juga perdamaian di dunia ini pada umumnya."Tidak hanya masyarakat di Indonesia saja, tetapi seluruh masyarakat dunia untuk dapat menjaga kerukunan demi perdamaian antar-sesama," imbuhnya. Menurutnya, saat ini keteladanan Nabi yang harus bisa dicontoh bagaimana maju tanpa harus menyinggung orang lain. "Ini yang harus kita sadari bersama bahwa Nabi tidak pernah menyinggung perasaan orang lain," tandasnya.
Imam Besar Istiqlal: Pelihara kesatuan NKRI dari ancaman perpecahan
Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan mampu membendung dan memerangi berbagai pengaruh negatif yang dapat memecah persatuan bangsa di negara ini.
Advertisement
Rekomendasi