Ini fakta-fakta unik 2 panda raksasa di Taman Safari Bogor

Ini fakta-fakta unik 2 panda raksasa di Taman Safari Bogor. Sepasang panda raksasa Cai Tao dan Hu Chun telah beradaptasi di rumah barunya di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Ini fakta-fakta unik 2 panda raksasa di Taman Safari Bogor
Panda Hu Chun dan Cai Tao. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Sepasang panda raksasa Cai Tao dan Hu Chun telah beradaptasi di rumah barunya di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor."Panda adalah satwa yang sensitif terhadap suara yang terlalu ramai. Sama seperti satwa liar lain mereka memang tidak suka suasana yang terlalu berisik," kata Bongot Huaso Mulia, dokter Hewan TSI, Rabu (11/2). Demikian dikutip Antara.Menurutnya, jika terlalu berisik dan ramai orang akan mempengaruhi dari segi tingkah lakunya seperti membuat takut. Jika panda sudah takut, efeknya mereka tidak mau makan.Di tempat asalnya panda hidup di wilayah ketinggian yang jauh dari keramaian. Menyukai suasana hening, memiliki penciuman dan pendengaran yang kuat. Sehingga jika begitu ramai suara, ia akan mengetahuinya.Hanya tim dokter dan keeper (pelatih satwa) yang sudah dikenal olehnya yang dapat mendekat dengan panda. Untuk bisa dikenal oleh panda membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk beradaptasi lewat bau dan suara."Panda itu mengenal lewat bau kita, kalau sudah kenal baru mau dekat," kata Bongot.Selain suara, panda juga sensitif terhadap "flash atau blizt" kamera. Jika terkena cahaya camera juga berpengaruh pada tingkah lakunya, membuat takut.Oleh karena itu pihak TSI memberlakukan aturan bagi pengunjung yang ingin melihat panda tidak boleh memotret atau bersuara. Pengunjung juga tidak diperbolehkan memberi makan satwa langka tersebut."Yang kita khawatirkan pengujung membuang sampah atau sisa makanan atau memberikan makanan kepada panda yang kita tidak tau asal usulnya, misalnya bambu, atau mengandung zat pewarna yang tidak bisa dicerna oleh panda, dikhawatirkan mengganggu kesehatan panda," katanya.Panda memiliki masa hidup 35 tahun di kawasan konservasi, tetapi di alam hanya sekitar 20 tahun. Ini dikarenakan habitatnya di alam, di mana panda harus bertahan hidup mencari makan sendiri, musim salju menjadi tantangan berat, yang menyebabkan banyak panda mati karena sulit bertahan hidup di alam."Tantangan hidup di alam, selain mencari makan sendiri, juga ada predator, harus berbagi makanan dengan panda lainnya, dan berkompetisi dengan manusia yang juga mengkonsumsi bambu dan rebung," katanya.Selama di konservasi panda mendapatkan persediaan makan cukup, hal ini menyebabkan panda dapat hidup lebih lama karena peluang hidupnya lebih tinggi dibanding di alam bebas.Panda termasuk satwa soliter tidak berkoloni. Seekor panda jantan akan menempati satu kawasan teritorialnya, dan tidak boleh ada panda lain yang mendekati daerah kekuasaannya. Panda akan berkumpul apabila memasuki musim kawin. Untuk di Indonesia kemungkinan musim kawin berlangsung di bulan Juni atau Juli.Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang mengatakan setelah berhasil melakukan karantina terhadap dua panda raksasa, pihaknya menargetkan tahun depan akan lahir bayi panda dari pasangan Cai Tao dan Hu Chun.Anak panda yang dilahirkan oleh pasangan panda ini kelak akan dikembalikan dan menjadi miliki pemerintah Tiongkok sebagai peminjam.

Rekomendasi