Misterius, ribuan ikan nila keramba di Mukomuko mati mendadak

Diduga, ikan-ikan tersebut mati terserang penyakit 'Tilavia Lake Virus' atau Tilvia. Penyakit itu dilihat dari ciri-cirinya, tubuh ikan menghitam, erosi pada ulir, pembekakan rongga perut, mata mengalami pembekakan dan katarak. Sebelum mati mendadak, ikan tersebut berenang secara zig zag.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Misterius, ribuan ikan nila keramba di Mukomuko mati mendadak
Ribuan ikan mati mendadak di Paraguay. ©REUTERS/Jorge Adorno

Sebanyak 7.000 ekor ikan di keramba jaring apung milik petani di Muara Kelurahan Bandar Baru, Kecamatan Kota Mukomuko mati tanpa sebab. Peristiwa itu suah terjadi sejak sepekan terakhir."Sebanyak 7.000 ekor ikan keramba jaring apung yang mati mendadak tersebut pada umumnya ikan nila siap panen," kata Kabid Budi Daya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mukomuko, Azbas, di Mukomuko. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (24/10).Ribuan ikan yang mati jenis nila. Akibat kejadian ini, petani mengalami kerugian belasan juta rupiah."Ribuan ikan nila yang mati mendadak itu siap panen dengan perhitungan sebanyak 10 ekor ikan per kilogram dengan harga sebesar Rp 25.000 per kg," jelas Azbas.Diduga, ikan-ikan tersebut mati terserang penyakit 'Tilavia Lake Virus' atau Tilvia. Penyakit itu dilihat dari ciri-cirinya, tubuh ikan menghitam, erosi pada ulir, pembekakan rongga perut, mata mengalami pembekakan dan katarak. Sebelum mati mendadak, ikan tersebut berenang secara zig zag.Meski demikian, untuk memastikan penyebab kematian, instansinya akan berkoordinasi dengan Balai Karantina Perikanan Provinsi Bengkulu.

Rekomendasi