Gubernur Bali minta pejabat Pemprov mundur jika lebih bodoh dari anak buah

Gubernur Bali Made Mangku Pastika tidak ingin ada pejabat Pemprov yang dipandang sebelah mata oleh anak buahnya gara-gara kualitas mereka kurang memadai dibandingkan para staf.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Gubernur Bali minta pejabat Pemprov mundur jika lebih bodoh dari anak buah
Made Mangku Pastika. ©2015 Merdeka.com

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan pejabat Pemprov untuk mundur dari jabatannya jika lebih bodoh dari anak buah yang dipimpin. Menurut Pastika, seorang pemimpin harus lebih pintar dari anak buah.

"Kalau lebih 'bodoh, letakkan jabatan, saya minta Saudara mundur dengan penuh jiwa besar," ujar Pastika saat menyampaikan sambutan pada pelantikan 63 pejabat eselon III Pemprov Bali di Denpasar, seperti dilansir Antara, Jumat (6/10).

Dia tidak ingin ada pejabat Pemprov yang dipandang sebelah mata oleh anak buahnya gara-gara kualitas mereka kurang memadai dibandingkan para staf. Karena itu dia meminta para pejabat Pemprov Bali meningkatkan kemampuan dan disiplin. Dia tidak ingin para pejabat terlena dengan keadaan dan terlalu nyaman.

Pastika mengingatkan, pemimpin harus memiliki kelebihan, terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri. Dengan demikian akan dapat bekerja dengan profesional dan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Pastika berpandangan, jika sampai ada pegawai yang menyampaikan keluhan bahwa pimpinannya tergolong bodoh, sama artinya bahwa dirinya telah salah dalam mengangkat pejabat.

"Buat dia (pegawai) tidak ngomel. Dengan begitu, buat diri kalian layak. Kalau merasa tidak layak, mengajukan diri minta mundur baik-baik. Saya tidak ingin dengar dari anak buah, kalau kalian 'bodo," ucap mantan Kapolda Bali itu.

Para pejabat yang dilantik itu juga diharapkan dapat datang bekerja lebih awal dan pulang lebih belakang dibandingkan bawahan, sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat terselesaikan. "Jangan duluan pulang, tetapi datangnya telat," ujarnya.

Orang nomor satu di Bali itupun mengingatkan para pejabat untuk melakukan pengawasan berjenjang dan membangun suasana kerja yang kondusif, serta hubungan sosial yang harmonis.

Dia juga meminta jajarannya agar tidak menumbuhkan budaya kasak-kusuk ketika ada rencana mutasi para pejabat eselon di lingkungan Pemprov setempat.

"Seringkali kalau mau ada berita mutasi, kasak-kusuk dan sebagainya. Tempel sana tempel sini, sebaiknya jangan ada hal-hal begitu. Apalagi ada yang berjanji bayar sekian dan sebagainya," kata Pastika.

Orang nomor satu di Bali itu juga menantang jajarannya agar mau melapor jika ada yang mengatasnamakan dirinya 'berjualan' untuk bisa mendapatkan jabatan di Pemprov Bali.

"Saya tidak pernah meminta satu sen pun dari Saudara-saudara, terutama sekali dalam urusan mutasi. Jadi, kalau ada orang mengatasnamakan saya, itu pasti bohong. Saya minta Saudara melaporkan kepada saya, saya terbuka untuk menerima laporan baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi," ucapnya.

Rekomendasi