Gunung Agung masih berstatus Awas. Berulang kali gunung tertinggi di Pulau Bali ini gempa. Pernah juga mengeluarkan asap putih. Namun para ahli tidak berani memprediksi kapan waktunya gunung yang disucikan bagi umat Hindu di Bali itu bakal meletus.
Meski dihantui rasa cemas, sebagian masyarakat Bali khususnya di Karangasem meyakini jika Gunung Agung baru akan meletus sebulan lagi atau tepatnya setelah perayaan hari raya Galungan dan Purnama kelima di bulan November. Seperti diungkapkan Jero Mangku Pura Penataran Cemara Tebel, Jero Mangku Merta Jati, terkait kapan gunung api akan meletus.
Dia menuturkan, awal Januari lalu sebenarnya sudah ada pawisik atau isyarat gaib yang mengatakan bahwa tahun ini Gunung Agung akan mengeluarkan api. Bisikan gaib itu kembali muncul ketika Gunung Agung naik level dari status waspada menjadi Siaga.
"Gunung bisa dipastikan akan meletus di tahun ini," ujar Mangku Merta Jati di rumah pengungsian di Singaraja Buleleng, Senin (2/10).
Dia mengatakan, warga meyakini pawisik itu. Karenanya ada warga yang masih bertahan dan ada warga yang bolak balik ke desa dari tempat pengungsian. Mangku juga meyakini yang dikatakan pawisik bahwa letusan Gunung Agung sangat kecil. Namun muntahan magma dingin sangat banyak termasuk juga hujan abu yang sangat tebal.
"Bali akan gelap saat itu nanti. Mungkin karena ketutup abu. Tapi letusan sangat kecil, itu kata beliau dan mengatakan masyarakat Bali aman," ucapnya yakin.
Pura tempatnya ditunjuk jadi mangku di Penataran Cemara Tebel berada dalam radius sekitar 7 kilomter dari puncak Gunung Agung. Tepatnya di Dusun Linggasana Buana Giri Karangasem.
"Puranya dekat dengan puncak gunung. Tiap terdengar seperti suara air mendidih. Tapi di sana sejuk sekali, masih ada beberapa warga kami yang bertahan karena yakin tidak akan terkena muntahan api," ucapnya
Meski begitu dia tetap meyakinkan warga untuk mengungsi seperti yang dianjurkan pemerintah. "Buktinya saya sendiri mengungsi. Sejumlah gong (gamelan pura) serta pratima suci sudah saya ungsikan. Tapi saya masih sering naik turun, karena ida sesuhunan (dewa berstana) meyakini belum akan meletus," bebernya.
Apa yang dikatakan mangku Merta Jati sejalan jika ditinjau dari PVMBG. Seperti dikatakan Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, kondisi gunung Agung bisa saja tidak meletus atau meletus tetapi sangat kecil. Itu ditinjau dari temuan secara visual adanya pelebaran hingga 100 meter pada dinding kawah.
"Dengan terjadinya rekahan yang cukup lebar itu, Gunung Agung bisa saja tidak meletus dan tetap akan meletus tetapi kecil," jelas Devy Kamil.