Polri sebut kasus Novel tinggal soal keberuntungan & waktu, TGPF belum diperlukan

Lima bulan lebih sudah kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan terjadi. Namun hingga kini polisi masih belum juga berhasil mengungkap kasus tersebut.

Muhammad Genantan Saputra
Polri sebut kasus Novel tinggal soal keberuntungan & waktu, TGPF belum diperlukan
Novel Baswedan. ©2017 merdeka.com/istimewa

Lima bulan lebih sudah kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan terjadi. Namun hingga kini polisi masih belum juga berhasil mengungkap kasus tersebut.Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan kasus tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja. Menurutnya, selama ini Polri bekerja sudah sangat maksimal."Oh tinggal waktu aja itu, mudah-mudahan lah doain saja. Polri selama ini sudah bekerja sangat maksimal," katanya di acara sosialisasi saber pungli CFD (Car Free Day), Pintu Satu Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (17/7) kemarin.Rikwanto menepis anggapan bahwa kasus penyiraman Novel Baswedan lambat ditangani dibanding laporan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman yang prosesnya lebih cepat."Jadi kalau ada yang mengatakan laporan Brigjen Pol Aris ya itu cepat, Novel tidak, itu kebalik malah. Novel sangat cepat cuma masalah waktu yang belum tepat, tinggal waktu aja," katanya.Dia juga menyatakan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menemukan pelaku penyiraman belum diperlukan. Sebab kasus Novel hanya masalah keberuntungan dan masalah waktu saja."TPGF belum diperlukan ya, tinggal lucky dan masalah waktu," katanya.Rikwanto berharap siapa saja yang mengetahui informasi tentang kasus Novel, baik LSM, masyarakat, atau para pegiat antikorupsi segera melapor Polri."Laporan itu tentang siapa? Pelakunya ada dimana dan seperti apa? Itu disampaikan ke kita," terangnya.Dia meminta agar jangan ada yang berpikiran selain ditangani TPGF, kasus Novel tidak akan terungkap. Sebab, pihak kepolisian akan segera melakukan tindakan jika ada yang melapor mengenai kasus tersebut."Atau orang mau melapor ke TGPF itu memperlambat malah, sekarang dilaporkan ada dimana? Siapa? Kita tangkap malah," tutupnya.

Rekomendasi