Jokowi: Indonesia mengecam keras pembatasan beribadah di Al-Aqsa

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan sikapnya memberi dukungan penuh pada kemerdekaan Palestina dengan terus mendorong ASEAN dan PBB untuk memberi dukungan. Indonesia juga telah membuka Konsulat Kehormatan di Ramallah, Palestina.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Jokowi: Indonesia mengecam keras pembatasan beribadah di Al-Aqsa
Warga Palestina salat Jumat di luar Masjid Al-Aqsa. ©REUTERS

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan sikapnya memberi dukungan penuh pada kemerdekaan Palestina dengan terus mendorong ASEAN dan PBB untuk memberi dukungan. Indonesia juga telah membuka Konsulat Kehormatan di Ramallah, Palestina. Menurutnya, diplomasi Indonesia bergerak membela rakyat Palestina antara lain dengan mengusulkan proteksi internasional di Kompleks Al-Aqsa. "Indonesia juga mengecam keras pembatasan beribadah di Masjid Al-Aqsa bulan Juli 2017," tegasnya.Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pidato kenegaraan dalam sidang bersama dengan DPD dan DPR, Rabu (16/8).Dalam diplomasi internasional, lanjut Jokowi, salah satu keaktifan dan kepemimpinan Indonesia ditunjukkan dengan mendorong Myanmar untuk menyelesaikan konflik di Rakhine state melalui pembangunan yang lebih inklusif, menghormati HAM, dan melindungi semua komunitas."Indonesia juga telah menampung 1.806 migran akibat konflik tersebut, mengirimkan bantuan kemanusiaan, dan membangun sekolah-sekolah di Myanmar," tuturnya.Perlindungan warga negara di luar negeri, kata Jokowi, juga menjadi komitmen bersama. Pemerintah juga melakukan langkah-langkah perlindungan dan pendampingan pada pekerja migran."Kita juga telah berhasil membebaskan sebagian besar WNI yang diculik kelompok teroris di Mindanao dan mengevakuasi WNI yang terjebak dalam konflik ISIS Marawi," tuturnya.Sedangkan dalam diplomasi ekonomi, lanjutnya, mesin diplomasi juga terus bergerak menggarap pasar- pasar non-tradisional di Afrika, Timur Tengah, dan Asia. "Selama setahun ini, PT INKA berhasil mengekspor 150 gerbong kereta api ke Bangladesh, PT Dirgantara Indonesia mengekspor pesawat CN 235 ke Senegal dan Thailand," tandasnya.

Rekomendasi