Jokowi heran dulu dibilang Presiden klemar klemer, sekarang diktator

Jokowi heran dulu dibilang Presiden klemar klemer, sekarang diktator. Jokowi mengaku heran dengan banyak pihak yang menilainya gaya kepemimpinannya saat ini cenderung otoriter atau diktator. Padahal dulu dia disebut tidak tegas.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Jokowi heran dulu dibilang Presiden klemar klemer, sekarang diktator
Jokowi dan petani. ©2014 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyindir pihak-pihak yang menudingnya pemimpin diktator dan otoriter. Saat meresmikan Museum Keris di Solo, Rabu (9/8) siang, Jokowi mempertegas bahwa tidak ada pemimpin diktator di Indonesia.

Jokowi mengaku heran dengan banyak pihak yang menilainya gaya kepemimpinannya saat ini cenderung otoriter atau diktator. Padahal dulu dia disebut tidak tegas.

"Awal-awal kan banyak yang bilang, saya ini Presiden ndeso, ada yang ngomong Presiden klemar-klemer, tidak tegas. Tapi begitu kita menegakkan undang-undang, balik lagi menjadi otoriter, diktator. Yang bener yang mana, ndeso, klemar-klemer, diktator apa otoriter ?," seloroh Jokowi di hadapan wartawan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, Indonesia adalah negara hukum yang demokratis. Lembaga pemerintahan saling mengawasi. Selain itu juga ada media dan lembaga swadaya masyarakat yang juga mempunyai peran sebagai pengontrol dan pengawas. Jokowi ingin mempertegas bahwa pemimpin otoriter tidak bisa hidup di Indonesia.

"Ada masyarakat juga yang selama ini mengawasi. Negara ini adalah negara hukum yang demokratis, yang semua itu dijamin oleh konstitusi. Enggak akan ada itu yang namanya diktator atau otoriter di Indonesia, enggak akan ada," kilahnya.

Rekomendasi