Kepala BNN sebut Jan edarkan sabu dengan menyamar jadi tukang ojek

Menurut Budi Waseso, Jan menyamar sebagai tukang ojek juga untuk mengelabui petugas. Bahkan, Jan sampai-sampai membuat kartu identitas sebagai tukang ojek.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kepala BNN sebut Jan edarkan sabu dengan menyamar jadi tukang ojek
Kepala BNN rilis penyelundupan sabu dalam mesin cuci. ©2017 Merdeka.com/Nur Habibie

Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Jan (28) di sebuah rumah di daerah Sei Beduk, Batam, Rabu (19/7) kemarin. Jan diduga kuat berperan sebagai pengedar dan pengepul narkotika jenis sabu.Kepala BNN Budi Waseso mengatakan Jan menyamar sebagai tukang ojek untuk memasarkan barang haram tersebut kepada masyarakat."Berkamuflase jadi tukang ojek dan memasarkan," kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (25/7).Menurutnya, Jan menyamar sebagai tukang ojek juga untuk mengelabui petugas. Bahkan, Jan sampai-sampai membuat kartu identitas sebagai tukang ojek."Ini juga kita sita SIM C sama buku tabungan. Kartu identitas ojek ini dia (Jan) buat sendiri," katanya.Dari penggeledahan yang dilakukan di kediaman Jan, petugas BNN menemukan sabu seberat 10.534 kilogram, yang disimpan di mesin cuci. Sabu tersebut telah dicek oleh BNN. Hasilnya, sabu itu memiliki kualitas yang baik."Dari pengepul ini 10,53 kg sabu. Ini juga sudah dicek lab BNN positif kualitasnya baik," ujarnya.Jan diamankan petugas BNN dari hasil pengembangan atas penangkapan pada kasus sebelumnya seperti kurir dan pemasok sabu yang mendapatkan sabu dari Jan.Para kurir dan pemasok ini ditangkap oleh petugas gabungan BNN dan Bea Cukai di beberapa wilayah atau tempat seperti di Bandara Soekarno Hatta, Jambi, Denpasar, Medan dan Palembang."Pengembangan akhirnya ditemukan ini di Batam pengepulnya. Ini melibatkan jaringan Malaysia karena barang dapat dari sana," tandasnya.

Rekomendasi