Khotib salat Id diingatkan agar khotbah tak berisi ujaran kebencian

Menurut Plt Kepala Kemenag Gunungkidul, Mukhotib, para khatib nantinya akan memberikan khotbah yang mengedepankan persatuan dan kesatuan antar warga. Diharapkan khotbah shalat Id bisa mempererat persaudaraan antar warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Khotib salat Id diingatkan agar khotbah tak berisi ujaran kebencian
Salat Idul Fitri 1437 H. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Jelang pelaksanaan shalat Idul Fitri 1438 H, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul, DIY mengeluarkan imbauan khusus kepada para khatib shalat Id. Imbauan ini berisi untuk memberikan ceramah mengenai pentingnya kerukunan dan persatuan antar warga.Menurut Plt Kepala Kemenag Gunungkidul, Mukhotib, para khatib nantinya akan memberikan khotbah yang mengedepankan persatuan dan kesatuan antar warga. Diharapkan khotbah shalat Id bisa mempererat persaudaraan antar warga."Jangan memberikan khotbah yang berisi ujaran kebencian. Mari kita kedepankan persatuan dan kesatuan antar umat," ucap Mukhotib, Rabu (21/6).Mukhotib menyampaikan bahwa pihaknya menaruh perhatian khusus terhadap keberagaman dan kerukunan antar umat beragama di Gunungkidul. Selama ini, kata Mukhotib kerukunan antar umat beragama di Gunungkidul sudah berjalan dengan baik."Kondisi masyarakat di Gunungkidul jauh dari kata intoleran. Isu-isu intoleransi di Gunungkidul hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan tersendiri," jelas Mukhotib.Mukhotib menuturkan bahwa Kemenag Gunungkidul terus melakukan penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat agar kerukunan bisa terus terjaga. Mukhotib pun menilai saat ini kondisi masyarakat di Gunungkidul dalam suasana yang kondusif dan jauh dari isu intoleransi."Saya berharap agar perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan lancar. Semoga tidak ada insiden yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan," pungkas Mukhotib.

Rekomendasi