Harizka Umami Masruroh (23), warga Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menceritakan saat Mbah Fanani diantar kembali ke tenda pertapaan. Saat tiba, Mbah Fanani hanya mengenakan sarung."Pakek sarung, sarungnya lusuh," kata Harizka saat dihubungi merdeka.com, Senin (22/5).Begitu tiba sekira pukul setengah delapan malam, Mbah Fanani segera digendong oleh beberapa orang dari dalam mobil, kemudian dibawa masuk ke dalam tenda.Saat itu, Harizka yang berada dekat dengan Mbah Fanani sempat mengabadikan kejadian tersebut dengan kamera HP miliknya."Digendong, dimasukin ke tenda. Saya lihat di depannya langsung," ceritanya.Mbah Fanani tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya menurut saat digendong warga.Begitu tiba di dalam tenda, sejumlah ustaz dan perangkat desa setempat ikut masuk. Belum diketahui informasi pertemuan di dalam tenda tersebut.Tidak berselang lama, petugas yang menjaga di sekitar lokasi kemudian menghalau warga untuk mendekat ke tenda. "Tenda ditutup, ada ustaz dan dari perangkat desa. Banyak warga yang menyaksikan," terangnya.
Tiba di tenda pertapaan, Mbah Fanani hanya mengenakan sarung
Mbah Fanani tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya menurut saat digendong warga.
Rekomendasi