Ratusan massa yang tergabung dalam Perhimpunan Pecinta Keluarga Nabi (PPKN) mendatangi kampus IAIN Solo, Selasa (9/5). Mereka memprotes dan menolak kehadiran Haidar Bagir dalam diskusi Bedah Buku 'Islam Tuhan Islam Manusia' di kampus tersebut."Kami kesini untuk melakukan aksi damai, untuk memberikan masukan kepada rektorat dan panitia, khususnya Dewan Mahasiswa IAIN Surakarta. Jadi tidak ada niat sama sekali untuk menyerang atau menyerbu IAIN sebagaimana berita-berita viral media-media sosial. Jadi ini sebenarnya orasi untuk memberikan pembelaan terhadap fatwa MUI, terutama MUI Jawa Timur yang menyatakan bahwa Syiah adalah sesat. Jadi bukan untuk menyerang atau melakukan penyerbuan terhadap IAIN," ujar koordinator aksi, Tengku Ahzar.Tengku Ahzar yang juga Sekjen Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) itu menambahkan pihaknya sudah beberapa kali mendatangi rektorat dan panitia untuk memberikan masukan agar kegiatan bedah buku tersebut dibatalkan. Namun karena kemungkinan panitia dan kampus tidak ingin menanggung malu jika dibatalkan, maka acara tersebut tetap berlangsung."Kami sudah 3 kali meminta pihak rektorat untuk menghentikan bedah buku "Islam Tuhan Islam Manusia” oleh tokoh Syiah Haidar Bagir ini. Namun mereka nekat dan malah minta bantuan pengamanan dari TNI dan Polri," katanya.Tengku Ahzar mengaku sudah bertemu dengan Rektor IAIN Dr Mudhofir dan mengampaikan bahwa Haidar Bagir adalah pentilan Syiah di Indonesia yang menganut paham sesat. Jika IAIN membaca bukunya pun, lanjut dia, akan terlihat jelas bahwa Haidar Bagir adalah tokoh Syiah, yang menyatakan bahwa ada bagian-bagian dari Al Quran yang hilang.Sementara itu dalam orasinya Ketua DSKS Dr Mu'inudinillah Basri mengaku khawatir acara bedah buku itu akan menjadi sarana penyebaran paham syiah yang dianggapnya membawa perpecahan. Terkait kebijakan kampus yang tetap menggelar acara itu, ia sangat menyayangkannya.
Dianggap berbau syiah, bedah buku di IAIN Solo didemo
Dianggap berbau syiah, bedah buku di IAIN Solo didemo. Mereka memprotes dan menolak kehadiran Haidar Bagir dalam diskusi Bedah Buku 'Islam Tuhan Islam Manusia' di kampus tersebut.
Advertisement
Rekomendasi