Momen pertemuan Mbah Fanani dan Abah Rojab di petilasan Indramayu

Dalam foto, posisi Mbah Fanani berada paling dekat dengan tembok berwarna hijau. Berbaring di atas kasur. Setengah badannya tertutup kain hijau. Sementara Abah Rojab yang berjenggot panjang putih memakai peci, berbaju putih, bersorban dan bersarung. Dari foto tersebut, sekilas keduanya tidak sedang berbincang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Momen pertemuan Mbah Fanani dan Abah Rojab di petilasan Indramayu
Mbah Fanani dan Abah Rojab. ©2017 Merdeka.com

Dua petapa, Mbah Fanani dan Abah Rojab akhirnya bertemu di Petilasan Dampu Awang di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, Indramayu, Selasa (19/4). Berdasarkan foto yang diterima merdeka.com dari anggota DPRD Indramayu Azun Mauzun, keduanya rebahan di salah satu sudut ruangan petilasan."Ngobrol kami kurang begitu tahu, tetapi dari rasa yang tersirat layaknya orang yang lama tidak bertemu saling melepas kangen dan canda tawa," ujar Azun saat dikonfirmasi merdeka.com.Posisi Mbah Fanani berada paling dekat dengan tembok berwarna hijau. Berbaring di atas kasur. Setengah badannya tertutup kain hijau.Sementara Abah Rojab yang berjenggot panjang putih memakai peci, berbaju putih, bersorban dan bersarung. Dari foto tersebut, sekilas keduanya tidak sedang berbincang.Abah Rojab tiba di petilasan sekira pukul 14.30 WIB. Dia berangkat dari Palangkaraya, Kalimantan. Dijemput keluarga di bandara.


Petilasan Dampu Awang terletak di tengah sawah. Jalan menuju lokasi berlumpur dan hanya muat satu mobil. Meski begitu, ratusan warga dari berbagai daerah di Indramayu dan Cirebon terus mendatangi petilasan ini. Bahkan rombongan pesantren dari Teluk Naga Tangerang juga datang ke sini.Petilasan ini lokasinya persis di bibir kali irigasi. Kali ini selebar lima meter di tengah-tengah persawahan. Terdapat sebuah sumur tua sedalam dua meter di area petilasan. Menurut warga sekitar, sumur itu tak pernah kering meski di musim kemarau.Di samping sumur dibangun langgar kecil berukuran 5 x 5 meter. Tiang dan usuk atap terbuat dari kayu. Cukup teduh dan sejuk di area petilasan ini. Langgar itu menghadap barat. Di sisi selatannya dibuat sebuah kamar berukuran 1,5 x 3 meter. Di atas pintu kamar terdapat tengkorak kepala kerbau dengan tandung sepanjang 90 cm.

Rekomendasi