Markas besar (Mabes) Polri telah menerima informasi rencana aksi Jumat (31/3). Sejumlah persiapan untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi sudah disiapkan."Berkaitan dengan rencana unjuk rasa, kita sudah dapat informasi dan sudah melakukan persiapan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/3).Boy mengatakan, Polri telah menginstruksikan jajaran Polda Metro Jaya untuk mengawal aksi tersebut. Bahkan, untuk memastikan aksi berjalan dengan damai, polisi telah melakukan langkah persuasif dengan pihak yang ingin berunjuk rasa."Korlapnya sudah diajak bicara, sudah juga dibangun saling kesepahaman, pengertian bahwa unjuk rasa ini jangan sampai berbuah pada hal-hal anarki," ujarnya."Karena kita tahu massa berkerumun itu berisiko. Adanya provokasi, pemanfaatan untuk tujuan yang tidak baik. Yang penting penyampaian aspirasi bisa tercapai kalau itu yang diinginkan oleh pihak-pihak mengkoordinir pelaksanaan unjuk rasa itu," timpal dia.Selain aksi bela Islam, dikatakan Boy, pihaknya sudah mendapat informasi di hari yang sama bakal ada aksi dari sejumlah mahasiswa pada hari yang sama. Rencananya, mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus dugaan korupsi megaproyek e-KTP.Oleh karena itu, jenderal bintang dua ini berharap semua pihak yang berunjuk rasa tetap tertib dan menjaga keamaanan negara. Dia meminta semua pihak menyampaikan aspirasinya sesuai koridor hukum."Kita harap adik-adik mahasiswa tertib, dalam koridor hukum, tidak melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat," pungkas mantan Kapolda Banten itu.
Pada Korlap aksi 313, Polri pesan jangan sampai anarki
Pada Korlap aksi 313, Polri pesan jangan sampai anarki. "Karena kita tahu massa berkerumun itu berisiko. Adanya provokasi, pemanfaatan untuk tujuan yang tidak baik." kata Boy Rafli.
Rekomendasi