Curi berkas Pilkada Dogiyai, 2 petugas keamanan MK jadi tersangka

Curi berkas Pilkada Dogiyai, 2 petugas keamanan MK jadi tersangka. Petugas keamanan yang diamankan berinisial S dan EM. Sementara itu, untuk dua pelaku lainnya yakni Kepala Sub-Bagian Humas Rudy Haryanto, dan pegawai bernama Sukirno masih dilakukan pendalaman.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Curi berkas Pilkada Dogiyai, 2 petugas keamanan MK jadi tersangka
Mahkamah Konstitusi. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Berkas perkara Pilkada Dogiyai, Papua dinyatakan hilang saat diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Berkas tersebut diketahui telah dicuri oleh empat orang dalam MK sendiri pada waktu tengah malam. Keempat pencuri berkas yang terdiri dari dua Satpam dan dua PNS tersebut telah diberi sanksi berupa pemecatan.Dua dari empat pelaku sudah diamankan tadi malam. "Sudah (ditangkap dua petugas keamanan MK), di rumahnya tadi malam," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/3).Petugas keamanan yang diamankan berinisial S dan EM. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Sudah tersangka," katanya.Argo menjelaskan, penangkapan tersebut berdasarkan dua alat bukti yang cukup kuat. Sementara itu, untuk dua pelaku lainnya yakni Kepala Sub-Bagian Humas Rudy Haryanto, dan pegawai bernama Sukirno masih melakukan pendalaman."Baru tadi malam diperiksa. Yang lain kita tunggu," pungkasnya.Seperti diketahui, awalnya, kasus hilangnya dokumen di MK ini diungkap oleh kubu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai, Markus Waine-Angkian Goo, sebagai pihak pemohon di MK. Kemudian, MK membentuk tim penyelidikan yang akhirnya ditemukan 4 pegawainya terlibat."Yang terlibat dua PNS dan dua sekuriti, sekarang sudah diberhentikan," kata Jubir MK Fajar Laksono saat dihubungi merdeka.com, Kamis (23/3).Fajar menjelaskan, kehilangan dokumen ini sangat merisaukan bagi MK. Padahal, sistem pengamanan di MK sendiri, disebutnya sudah sangat baik. Karena itu, dengan mudah pihaknya mengetahui siapa yang mencuri dokumen tersebut."Berkas hilang itu diketahui karena sistem yang kita terapkan bekerja dengan baik. Pengamanan pemberkasan, admin bekerja dengan baik, makanya begitu ada satu saja berkas yang tidak berada pada tempatnya, langsung terdeteksi, begitu tahu barang itu tidak ada di tempatnya, maka dicari siapa tahu keselip, setelah dicari yang bersangkutan, rupanya tidak ketemu, setelah itu kemudian inisiatif jangan-jangan ada orang yang mengambil, dilihat dari CCTV," jelas Fajar.

Rekomendasi