Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat ingin terus mengembangkan kebudayaan Betawi di sejumlah lokasi. Sebelumnya, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nonaktif ini lebih dahulu memasukkan unsur kebudayaan di Balaikota, melalui penggunaan pakaian khas Betawi setiap hari Kamis.Ke depan mereka akan menjadikan instansi-instansi pemerintahan di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan sebagai tempat hiburan masyarakat dengan pengelolaan yang profesional. Keduanya juga berencana mengembangkan RPTRA dan rusun sebagai pusat kegiatan budaya bagi warga sekitar. Dengan adanya program ini, Ahok-Djarot berharap potensi-potensi anak-anak yang memiliki bakat di bidang kesenian. Selain itu, harapannya, ada juga pendidik seni yang dapat berbagi ilmu di RPTRA.Tidak hanya hiburan rasa lokal, mereka juga ingin untuk mendorong para seniman dan komunitas lokal menyelenggarakan festival bertaraf internasional. Caranya melalui kerjasama dengan promotor festival bertaraf internasional yang sudah berpengalaman. Dengan cara ini, Ahok-Djarot ingin menjadi Jakarta sebagai pusat kota kesenian terbesar di Asia Tenggara.Tak sampai di situ, mereka juga ingin meningkatkan kualitas pagelaran seni rutin di Gedung Kesenian Jakarta. Harapannya, dengan kegiatan kesenian yang berkualitas, akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Jakarta. Lebih jauh, Jakarta dapat memiliki pertunjukan semegah Broadway di New York.
Sumber: www.jakartaasoy.com