Polisi terus menyelidiki dugaan pemerkosaan 13 sopir terhadap siswi kelas 1 SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial Ti (12). Sebelumnya, teridentifikasi 5 pelaku, kini bertambah menjadi 8 orang pelaku."Dari keterangan (korban dan saksi), pelakunya 8 orang. Apakah jumlahnya lebih dari itu, kita lihat hasil penyelidikan nanti," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, AKP Sekar Wijayanti, kepada wartawan di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Rabu (15/3).Sekar meminta semua pihak mendukung penuh kerja polisi agar kasus itu bisa segera terungkap. Mengingat, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto, memberi atensi khusus, agar jajarannya segera membekuk para pelaku."Minta doanya, agar kasus ini bisa cepat diproses, dan diselesaikan," ujar Sekar.Sekira pukul 16.00 WITA, unit PPA dan unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, membekuk seorang sopir angkot, Ln. Dia menjadi terduga, pemerkosa Ti, dan diperiksa penyidik unit Jatanras. Pelaku lainnya, masih terus diburu sampai malam ini.Namun di sela pemeriksaan, muncul korban Ti, yang memasuki ruang unit PPA. Keterangan diperoleh merdeka.com di kepolisian, kehadiran Ti, untuk menyesuaikan wajah yang diingatnya, menyusul penangkapan Ln. Di depan Polwan, Ti yang mengenakan hijab itu, terlihat berbicara dengan Polwan, didampingi seorang pengasuh psikologis anak.Diketahui, Ti (12), diduga menjadi korban pemerkosaan 13 sopir angkot, yang beroperasi di kecamatan Samarinda Seberang. Dugaan itu diperkuat dengan bukti pakaian luar yang sobek, dan pakaian dalam dipenuhi darah yang telah mengering.Dia diduga diperkosa berulang kali, selama disekap dalam hampir 2 pekan. Orangtua Ti, meminta kepolisian menangkap para pelaku, lantaran telah merusak masa depan anaknya, hingga mengalami trauma berat.
Pelaku pemerkosa siswi SMP di Samarinda bertambah jadi 8 orang
Satu sopir terduga pemerkosa siswi SMP di Samarinda dibekuk polisi. Pelaku diperkirakan berjumlah 13 orang.
Rekomendasi