Ada yang berbeda pada salah satu tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (15/2). Semua petugas di sana mengenakan pakaian adat.Busana itu dikenakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 2 Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan. Ada yang mengenakan pakaian adat Melayu, Simalungun, dan Mandailing."Penggunaan pakaian adat ini merupakan ide dari ketua KPPS. Kita ingin terlihat berbeda dari TPS lainnya," jelas Sadruddin Arjandi, salah seorang petugas.Bukan hanya berbeda soal busana petugas, satu-satunya calon Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, memberikan suaranya di TPS ini.Terdapat 501 calon pemilih yang terdaftar untuk melakukan pencoblosan di TPS 2 Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan. Sebanyak 256 di antaranya laki-laki dan 245 perempuan.Pilkada Kota Tebing Tinggi hanya diikuti satu pasangan calon. Mereka merupakan calon petahana, Umar Zunaidi Hasibuan-Oki Doni Siregar.Selain Kota Tebing Tinggi, daerah lain di Sumut yang menggelar Pilkada yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Ingin beda, petugas TPS 2 di Tebing Tinggi kenakan busana adat
Pilkada Tebing Tinggi kali ini hanya diikuti oleh satu pasangan calon.
Advertisement
Rekomendasi