Nama Sigit Purnomo Said atau akrab disapa Pasha Ungu ini mulai bergema di era-90'an. Saat itu, Pasha merupakan vokalis grup band Ungu dan mulai melempar album perdana berjudul 'Laguku'.Menyajikan lagu yang enak didengar praktis sedikit demi sedikit penggemar menghampiri grup band yang beranggotakan 5 orang tersebut. Gemerlapnya dunia hiburan pun dirasakan tiap personelnya, termasuk Pasha.Diantara kelimanya, Pasha yang bermodal wajah rupawan dan suara merdu menjadi paling disorot mata kamera. Perlahan, kehidupan pribadinya pun mulai diintip khalayak.Rumah tangga Pasha dengan istrinya, Oki Agustina yang dikaruniai 3 orang anak tampak harmonis. Namun, keharmonisan itu hanya mampu bertahan selama 6 tahun. Tepat 20 Januari 2009 keduanya resmi bercerai.Beberapa tahun menduda, akhirnya Pasha mempersunting Adelia Wilhelmina, mantan pramugrari sebuah maskapai nasional dan dikaruniai 3 orang anak.Perlahan, berita yang beredar terkait Pasha tak lagi soal prestasinya di dunia musik, melainkan soal kehidupan pribadinya.Lama tak terdengar, tiba-tiba kabar dugaan perselingkuhan Pasha dengan artis Angel Karamoy diungkap Steven Rumangkang yang tak lain adalah suami Angel. Steven menunjukkan sejumlah foto mesra keduanya.Kabar tak mengenakan itu muncul jelang pemilihan Pasha mengikuti bursa Pilkada Kota Palu. Faktanya kabar tersebut tidak berpengaruh, Pasha tetap melenggang menjadi Wakil Wali Kota Palu.
Namun, belum genap 100 hari jadi Wakil Wali Kota, ia sudah marah-marah. Pasha meradang lantaran ditertawakan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) saat pertama kalinya memimpin apel kesadaran di Balai Kota Palu.
Advertisement
Kesalahannya sebetulnya sepele. Salah satunya saat ia menerima laporan komandan upacara bahwa upacara siap dilaksanakan. Sigit menjawabnya dengan kata 'laksanakan', yang seharusnya 'lanjutkan', sehingga peserta upacara terdengar kembali tertawa.Dengan lantang, pria kelahiran Donggala 36 tahun lalu memarahi bawahannya tersebut. Tidak cuma memarahi, Pasha juga memerintahkan Satpol PP untuk memeriksa, siapa saja ASN yang menertawakannya."Apa motif saudara-saudara tertawa terbahak-bahak. Saya malu karena ada yang tertawa terbahak-bahak saat saya masuk. Next, saya tidak mau ini terulang lagi. Polisi Pamong Praja harus mengecek yang tertawa itu !. Jelas?...Jelas?...Jelas?," pinta Pasha, Rabu (17/2/2016) silam.Kekisruhan tak sampai di situ. Usai apel kesadaran, dengan sombongnya Pasha menolak diwawancara awak media. Pasha mengingatkan kepada Ridwan Lapasere, wartawan MNC Grup jika kini dirinya pejabat bukan artis lagi."Saya ini sekarang sudah pejabat, bukan lagi artis. Kamu orang cuma kontributor kan," ujar Ridwan seraya menirukan perkataan Pasha.
Advertisement
Kontroversi Pasha selama menjadi pejabat tak hanya sampai di situ. Ia pernah tertangkap kamera sedang asyik merokok bersama Wali Kota Palu Hidayat. Yang menjadi persoalan, saat itu keduanya masih lengkap berpakaian dinas lengkap.Foto tersebut diunggah akun instagram @adeliapashaofficial dengan judul 'Ekspresinya'. Foto itu diunggah dua hari lalu. Para netizen pun langsung melayangkan kritik."Agak kurang bagus dilihat ya ... Pakai pakaian dinas upacara besar terus merokok aneistiana 1 day ago Agak kurang bagus dilihat ya ... ," tulis aneistiana.Tidak sampai di situ, polah Pasha menjadi seorang pejabat kembali disorot. Kali ini soal caranya berpakaian yang memasang aneka bravet di jas serta menenteng tongkat komando.Dalam foto yang beredar itu, Pasha memadukan jas dan celana jin plus ikat pinggang ala rocker. Tak cuma itu, Pasha juga memasang aneka brevet di jasnya.Beberapa brevet yang dipakai adalah pin praja wibawa yang biasa dipakai Satpol PP. Lalu ada brevet scuba TNI AL dan lencana pelopor Lantas. Dia juga menyandang tongkat komando."Ke mana ya petugas protokoler Pasha. Kok tidak diberi tahu bagaimana tata atribut dan penggunaan lambang," kata netizen.Kini, Pasha dikritik lantaran menempati rumah kontrakan senilai Rp 1 miliar. Padahal, seorang pejabat daerah tentu sudah mendapat jatah rumah dinas."Pemerintah Kota Palu jangan membayar kontrakan pribadi Sigit Purnomo Said yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, di kompleks hunian elit Citra Land di kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore," ujar anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Palu, Ridwan H Basatu di Palu seperti dilansir Antara, Rabu (11/1).Ridwan menegaskan kontrakan pribadi Pasha tidak boleh dibebankan atau dibayar lewat APBD Kota Palu, karena dapat menjadi masalah dalam penggunaan anggaran daerah. Dia menuturkan kontrakan tersebut tidak ada kaitannya dengan pemerintah daerah atau keuangan daerah, sehingga tidak boleh sewenang-wenang menggunakan anggaran untuk kepentingan pribadi.Kabar itu langsung dibantah Pasha. ia berdalih rumah kontrakan yang dihuni hanya senilai Rp 60 juta per bulannya. Dan uang tersebut berasal dari kantongnya sendiri."Informasi ini ngaco. Kontrakan apa yang sebesar Rp 1 miliar, datanya darimana? Kalau mau memberi informasi kepada masyarakat itu harus akurat," bantah Pasha seperti diberitakan Antara, Kamis (12/1).Meski demikian, Pasha tidak menampik jika dirinya tengah menyewa sebuah rumah di Kota Palu untuk 6 bulan. Namun, nilainya Rp 60 juta per bulan, bukan Rp 1 miliar seperti yang dikabarkan. Anehnya, usai diterpa kabar menghuni rumah kontrakan mewah, Pasha langsung pindah dan mendiami rumah dinasnya."Yang kami tahu Wakil Wali Kota Palu (Pasha) sekarang tinggal di rumah dinas, dan semuanya perabot kursi dan segala macamnya yang dibeli Pemkot Palu saat tinggal di hunian elite, telah diambil dan diletakkan di rumah dinas yang ditempati," ungkap Kepala Bagian Perlengkapan Umum Setda Pemkot Palu, Lela.