Ratusan Slankers diamankan polisi jelang konser Slank di Bali

Ratusan Slankers diamankan polisi jelang konser Slank di Bali. Jelang Bimbim dan kawan kawan tampil di kota Singaraja Kabupaten Buleleng di Bali, ratusan penggemarnya yang datang dari luar Bali sudah mulai menggeruduk sejak Selasa (27/12) malam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ratusan Slankers diamankan polisi jelang konser Slank di Bali
Slankers terjaring tanpa identitas di Buleleng. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Ratusan Slankers terjaring razia petugas gabungan Polres Buleleng, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Buleleng. Ratusan Slankers itu diamankan menjelang konser memperingati hari ulang tahun Ke-33, band Slank malam ini di Gelanggang Olahraga Bhuwana Patra, Singaraja, Bali. Jelang Bimbim dan kawan kawan tampil di kota Singaraja Kabupaten Buleleng di Bali, ratusan penggemarnya yang datang dari luar Bali sudah mulai menggeruduk sejak Selasa (27/12) malam.Anehnya, pengawasan ketat terhadap pemeriksaan identitas diri yang masuk di pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai ternyata hanya sesumbar saja. Ini terbukti pihak Polres Buleleng dan Pol PP di Buleleng terpaksa harus mengamankan ratusan Slankers yang datang tanpa melengkapi identitas diri.Selain tanpa identitas, ratusan Slankers yang datang kebanyakan berasal dari pulau Jawa ini, tidak mempunyai bekal. Mereka hanya bermodal nekat, dengan tidur diemperan jalan dan mengamen di setiap pertigaan ruas jalan yang ada di Kota Singaraja. Mereka akhirnya dikumpulkan di lapangan Gor Buana Patra Singaraja, jelang konser Slank Rabu (28/12) malam. Dalam penertiban ini, Polres Buleleng mengerahkan 130 personel yang dibackup 10 personel Satpol PP Buleleng. Hal hasil dari 429 Slankers, 184 orang tanpa identitas.Kapolres Buleleng, AKBP Made Sukawijaya yang memimpin langsung penertiban ini mengatakan, pihaknya sudah mendata para Slankers dan yang membawa identitas KTP sebanyak 245 dan tanpa identitas sebanyak 184 orang, yang kebanyakan berasal dari Pulau Jawa.Selain memeriksa identitas para Slankers, kata Sukawijaya, juga dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan masing-masing, untuk mencegah adanya barang-barang berbahaya yang dibawa para Slankers tersebut. "Kami melaksanakan pengecekan, kami temukan ada 184 tanpa identitas. Semua dicatat, difoto dan disidik jari. Setelah itu baru kami lepas, sebelum itu lengkap kami tidak akan lepas," kata Sukawijaya.Untuk itu, pihaknya berencana akan mendiskusikan hal ini bersama panitia penyelenggara konser. "Kami diskusikan, kalau sampai mereka tidak masuk, jelas potensi kerawanan bertambah. Karena sudah tentu mereka tidak punya tiket masuk. Ini sangat rawan," ungkapnya.Kepolisian menyiapkan 720 anggota untuk bersiaga di dalam acara. Namun, karena melihat situasi berbeda, personel tambah 200 lagi. "Jadi 1.000 anggota kami siapkan. Ini untuk jaga-jaga, malam ini kami akan menjaga wilayah pertokoan atau di mana. Karena titik kumpul mereka banyak," pungkas Sukawijaya.

Rekomendasi