Tangis pilu Plt wali kota Banda Aceh lihat foto ibu korban gempa

Bulir bening mengalir di pipi Hasanuddin, Plt Wali Kota Banda Aceh saat memandang pameran Foto 712, menampilkan foto-foto korban gempa Pidie Jaya. Suaranya tertahan, sejenak terdiam, mulutnya kaku tanpa bisa terucap.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Tangis pilu Plt wali kota Banda Aceh lihat foto ibu korban gempa
Tangis pilu sang walikota Banda Aceh. ©2016 Merdeka.com

Bulir bening mengalir di pipi Hasanuddin, Plt Wali Kota Banda Aceh saat memandang pameran Foto 712, menampilkan foto-foto korban gempa Pidie Jaya. Suaranya tertahan, sejenak terdiam, mulutnya kaku tanpa bisa terucap.Dia rogoh saku celana kanan, lalu diambil sapu tangan dan membersihkan kedua matanya. Masih saja belum bisa bicara, hanya terpaku memegang microphone sambil menatap foto wanita paruh baya yang terpajang di depannya.Tak ada yang tahu apa yang berkecamuk dalam pikirannya. Tatapan matanya masih saja terpaku pada gambar itu. Ternyata, sejak awal, dia sudah melihat foto tersebut dan bertekad hendak memilikinya.Baru beberapa detik kemudian, dengan suara parau dia menawarkan foto itu dengan nilai Rp 5 juta. Tepuk tangan pengunjung menggema, membuat Hasanuddin senyum, namun bulir-bulir air mata masih saja mengalir, hingga dia kembali ke tempat duduk.Di samping Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Fahlevi, Hasanuddin terlihat masih saja membersihkan sisa-sisa air mata. Dia sempat tersenyum, saat disambut oleh penjaga gawang pariwisata Aceh.Pameran Foto 712 yang diselenggarakan oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, menampilkan foto-foto saat bencana gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya. Pameran ini diselenggarakan di Taman Putroe Phang, Banda Aceh.Usai lelang foto, kepada merdeka.com, Hasanuddin mengaku terharu dengan foto tersebut, karena korban gempa di Pidie Jaya itu, wanita itu mengingatkannya pada sang ibu. Hatinya tersentuh, terbayang seakan-akan ibunya yang telah membesarkannya sejak kecil memberikan kasih sayang tanpa batas. Berjuang membesarkan dirinya dan saudara kandung lainnya hingga ia sukses seperti sekarang. 'Saya bisa merasakan, bagaimana dengan keluarga dia, bagaimana ke depan. Ini juga yang membuat saya sedih," ungkap Hasanuddin dengan bola mata berkaca-kaca. Ia juga kembali terdiam sejenak, bulir bening kembali mengalir dan cepat-cepat dibersihkan dengan sapu tangannya. Tak banyak kalimat keluar dari mulut Hasanuddin. Ia hanya mengajak agar selalu mencintai ibu, jangan pernah sakiti hati seorang ibu. Hasanuddin juga mengaku, tak banyak yang bisa dikerjakan untuk membantu korban gempa di Pidie Jaya. Meskipun tidak seberapa, lelang foto ini, setidaknya sedikit bisa meringankan beban mereka yang sedang musibah.Kepada korban, Hasanuddin berpesan agar tabah. Ini merupakan ujian yang diberikan oleh sang Pencipta alam. Diaa yakin, di balik musibah ini ada asa yang akan menghampiri korban gempa di Pidie Jaya."Kepada korban gempa, marilah bersabar, ini adalah cobaan Tuhan, mari kita dekatkan diri kepada Illahi," pintanya.Pemilik foto, Heri Juanda mengaku mengambil foto tersebut di Masjid Almunawarah, Simpan 4, Meureudu, Pidie Jaya, Kamis (8/12) sekira pukul 16.59 WIB. Satu hari setelah tragedi gempa darat menimpa Pidie Jaya yang memakan korban jiwa 102 orang.Foto diambil jelang magrib, wanita paruh baya itu sedang duduk istirahat menanti masuk waktu magrib di Aceh pukul 18.25 WIB. "Saya ambil pengungsi sedang istirahat, itu lokasi masjid yang pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi," kata Heri Juanda.Sementara itu Ketua PFI Aceh, Fendra Tryshanie mengaku, dalam pameran terdapat 50 foto dari PFI Aceh dan 13 foto dari PFI Medan. Sedangkan yang berhasil dilelang ada 8 foto dengan total nilai Rp 17.417.000. Semua uang tersebut akan didonasikan untuk korban gempa di Pidie Jaya."Tidak banyak kata-kata yang bisa kita jelaskan untuk bencana itu," kata Fendra Tryshanie singkat.Melalui pameran foto itu, ia ingin masyarakat melihat langsung potret bencana di Pidie Jaya. Di samping itu, pihaknya juga ingin menyampaikan edukasi dan kesadaran masyarakat terkait Aceh sebagai daerah rawan bencana."Kita berharap keadaan di sana, Pidie Jaya, cepat pulih," tutupnya.

Rekomendasi