Tenda perlawanan pembangunan pabrik semen Rembang dibubarkan polisi

Tenda Ratusan warga Kendeng, tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) di Halaman Kantor Gubernuran Jawa Tengah, Kota Semarang, dibubarkan kepolisian. Pendirian tenda itu merupakan wujud perjuangan masyarakat terhadap berdirinya pabrik semen di Rembang milik PT Semen Indonesia.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Tenda perlawanan pembangunan pabrik semen Rembang dibubarkan polisi
Pembubaran tenda warga di depan Kantor Gubernur Jateng. ©2016 Merdeka.com/Parwito

Tenda Ratusan warga Kendeng, tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) di Halaman Kantor Gubernuran Jawa Tengah, Kota Semarang, dibubarkan kepolisian. Pendirian tenda itu merupakan wujud perjuangan masyarakat terhadap berdirinya pabrik semen di Rembang milik PT Semen Indonesia.Tanpa perlawanan, Koordinator JMPPK, Gunretno, bersama Koordinator Lapangan Aksi, Joko Prianto, meminta para warga Kendeng mengemasi tenda didirikikan mereka siang hari tadi. "Monggo sederek-sederek dengan penuh kesadaran dan menaati peraturan kito ringkesi tendonipun dewe. Sak mangkeh ngenjing kita mriki malih (Ayo saudara-saudara dengan penuh kesadaran dan menaati peraturan kita kemasi tenda kita. Besok kita ke sini lagi)," ungkap Gunretno, Senin (19/12).Hingga akhirnya, ratusan warga mencopoti dan mengemasi tenda didirikan dengan pengawalan petugas Polrestabes Semarang. Termasuk merapikan berbagai peralatan aksi mereka dari atribut spanduk, poster dan berbagai peralatan pengeras suara digunakan sebagai pengeras suara demo.Joko Prianto menyatakan bahwa aksi ini akan dilanjutkan besok. Ini dikarenakan saat melakukan aksi siang tadi, telah terjadi pertemuan antara Gunretno dan Asisten Pemerintahan Pemprov Jateng Siswo Laksono, menyatakan jika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang berdinas di luar kota."Untuk itu, besok sekitar pukul 07.00 WIB kita akan kembali kesini untuk bisa bertemu dengan Pak Ganjar dan menyampaikan aspirasi dan tuntutan kita ke Pak Ganjar," ungkap Joko Prianto kepada merdeka.com.Dari pantauan di lapangan, ratusan warga Kendeng usai mengemasi tenda kemudian melakukan aksi jalan kaki dari Gedung Pemprov Jateng ke Kawasan Taman Menteri Soepeno atau sering disebut Taman Keluarga Berencana (KB).Mereka kemudian membubarkan diri dan menuju ke Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang untuk menginap di pusat kesenian dan budaya di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Jawa Tengah itu.

Rekomendasi