Ratusan anak-anak di Pidie Jaya, Aceh, mendapatkan pemulihan trauma paska gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Aceh, sepekan lalu. Mereka dihibur dengan cara diajak bermain bersama dengan relawan.
Program trauma healing diselenggarakan di Gampong Deah Pangwa, Kecamatan Teinggadeng, Pidie Jaya. Mereka dikumpulkan berkelompok, satu kelompok terdiri 10 orang. Mereka diajak menggambar anatomi tubuh manusia di atas kertas putih.
Setiap anak diminta menggambarkan masing-masing anatomi tubuh manusia. Relawan hanya mengarahkan saja. Setelah menggambar, anak-anak bisa menuangkan maksud gambar mereka.
"Kegiatan ini normal untuk anak-anak di situasi tidak normal, seperti anak trauma paska gempa," kata Koordonator Tim Layanan Psiko Sosial Kementerian Sosial, Dedy Turjana, Senin (12/12).
Dia menjelaskan tahapan metode pemulihan trauma. Pertama anak-anak diajak menggambar sebagai bagian dari body maping. Anak-anak diminta menggambar menjelaskan fungsi bagian tubuh manusia.
"Setelah digambarkan, kita minta untuk dituliskan fungsi bagian tubuh manusia itu," jelasnya.
Dari hasil pemetaan awal melalui permainan ini, semua anak-anak berkeinginan hidup normal, melanjutkan sekolah, mengaji dan pulang ke rumah. Untuk pulang ke rumah, mereka butuh kenyamanan setelah bencana gempa yang dialami.
"Melupakan bencana itu tidak, tetapi ini untuk memulihkan beban psikis saja dan memetakan keinginan mereka," jelasnya.
Advertisement