Anak gajah mati di TNWK, diduga terinjak induk saat diusir warga

Seekor anak gajah Sumatera liar diperkirakan berumur tiga bulan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung ditemukan mati. Kematian itu diduga terinjak para induk usai diusir warga.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Anak gajah mati di TNWK, diduga terinjak induk saat diusir warga
Ilustrasi Anak Gajah. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Seekor anak gajah Sumatera liar diperkirakan berumur tiga bulan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung ditemukan mati. Kematian itu diduga terinjak para induk usai diusir warga."Anak gajah Gaji diduga akibat berkonflik dengan warga saat rombongan gajah liar keluar kawasan untuk mencari makan di areal pertanian warga setempat," kata Kepala Balai TNWK di Lampung Timur Sukatmoko, Rabu (23/11). Seperti diberitakan Antara.Kejadiannya pada Senin (21/11) malam lalu. Saat itu sejumlah kawanan gajah liar sumatera (Elephas maximus sumatrensis) keluar dari kawasan hutan TNWK untuk mencari makan di area pertanian warga wilayah Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, tidak jauh dari kawasan hutan tersebut. Warga setempat berusaha mengusir kawanan gajah liar itu, karena dikhawatirkan akan memakan dan merusak tanaman pertanian milik mereka."Anak gajah liar berjenis kelamin betina itu diperkirakan ikut mencari makan bersama induknya, dan saat diusir oleh warga dari areal pertanian kemungkinan anak gajah itu ini terinjak-injak induknya atau gajah liar lainya sehingga akhirnya mati," ungkapnya.Dia mengatakan, anak gajah yang mati itu baru diketemukan besok paginya. "Saat ini bangkai anak gajah itu telah dievakuasi untuk dikuburkan. Anak gajah itu dikuburkan di areal Pusat Konservasi Gajah Way Kambas," ujarnya.Selama ini penduduk di sekitar TNWK merasakan dampak kerugian dari konflik manusia dengan gajah liar berupa kehilangan sebagian hasil budidaya pertanian dan perkebunan mereka. Korban jiwa juga kerap berjatuhan, baik pada manusia maupun gajah tersebut.Gangguan gajah liar telah memengaruhi kehidupan sebagian penduduk yang tinggal di pinggir berbatasan dengan kawasan hutan TNWK. Konflik manusia dengan gajah sejak tahun 1980-an telah mengakibatkan masyarakat berada pada posisi yang rentan, mengingat gajah sumatera merupakan satwa langka yang dilindungi di dunia.

Rekomendasi