Cara Ridwan Kamil amankan Bandung dari kejahatan tuai kritikan tajam

Cara Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang akan memperbantukan 500 satpam untuk mencegah kejahatan jalanan menuai kritikan. Banyak yang berpendapat, untuk menumpas kejahatan Pemkot seharusnya memperkuat satuan kepolisian dan TNI dengan cara membentuk satuan tugas (Satgas).

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Cara Ridwan Kamil amankan Bandung dari kejahatan tuai kritikan tajam
Ridwan Kamil tinjau Stadion GBLA. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Cara Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang akan memperbantukan 500 satpam untuk mencegah kejahatan jalanan menuai kritikan. Banyak yang berpendapat, untuk menumpas kejahatan Pemkot seharusnya memperkuat satuan kepolisian dan TNI dengan cara membentuk satuan tugas (Satgas).Hal itu disampaikan Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi saat ditemui di Bandung, Sabtu (19/11)."Sebenarnya kalau ada perekrutan baru, biayanya bisa besar. Kalau pembentukan satgas mereka memang sudah pekerjaannya. Misalkan Satgas melibatkan Polri, TNI dan Satpol PP. Tinggal nanti diberi intensif saja," kata Muradi.Menurut dia, jika Polri, TNI dan Satpol PP disatukan itu akan membentuk keamanan yang baik di Ibu Kota Jabar ini. Pengamanan sendiri lanjut dia terdapat dua mekanisme yakni ketentraman dan ketertiban (trantib) serta keamanan, ketertiban masyarakat."Kan Trantib ranah Satpol PP, dan Kamtibmas Polisi. Teritorialnya tinggal dari TNI. Itu pasti luar biasa," ujarnya. Oleh karena itu dia mendorong Ridwan Kamil untuk bisa merangkul ketiga instansi berbeda menjadi kekuatan hebat menjaga keamanan Bandung.Pemkot Bandung sendiri rencananya akan menambah 120 kamera pengintai (CCTV) di sejumlah lokasi yang dinilai rawan."Kalau CCTV itu bagus. Karena semua negara maju pasti memperbanyak CCTV. Misalkan di Jepang, karena banyak CCTV di mana kejahatan hadir hanya dalam 7 menit saja kepolisian pasti datang," tandasnya.Untuk diketahui, aksi kejahatan jalanan kembali marak belakangan ini. Bukan cuma menimpa pemotor, tapi penjahat juga mengintai penumpang angkutan kota dan pejalan kaki.Namun kemarin kepolisian baru saja menembak mati begal sadis yang kerap beraksi di wilayah Dago dan Tamansari.

Rekomendasi