Demo dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menyisakan sekelumit polemik baru. Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY pun ikut terkena imbasnya.SBY dituduh melakukan provokasi melalui pidatonya beberapa hari sebelum demo organisasi keagamaan pada 4 November lalu terjadi.
SBY dilaporkan ke Mabes Polri oleh Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi lantaran menilai pernyataan yang dikeluarkannya penuh hasutan dan bernuansa kebencian terhadap Ahok.Pada video tersebut, secara tersirat pernyataan SBY tidak lepas dari kepentingan politik," ujar Mustaghfirien selaku koordinator Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi di Kantor Bareskrim, Gedung Mina Bahari II, Jakarta Pusat (10/11).Mustaghfirien menyebut kader HMI yang ditangkap beberapa waktu lalu dijadikan tumbal atas hasutan dan provokasi dari aktor politik di balik aksi 411. "Kami tidak ingin kader kami dijadikan tumbal oleh sengkuni sang aktor politik," ujar Mustaghfirien.Tak terima, Demokrat pun buka suara menanggapi hal tersebut.Waketum Demokrat Syarief Hasan menyatakan pihaknya siap menghadapi langkah hukum yang ditempuh para alumni HMI itu.
Advertisement
"Pertama menyangkut masalah kenapa demo itu terjadi. Kemudian solusinya bagaimana. Tapi kalau diartikan provokasi ya itu hak mereka. Tapi kalau mereka terus ambil langkah hukum, kita siap untuk menghadapi," kata Syarief di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11).Syarief membantah jika pernyataan SBY memprovokasi. SBY, katanya, justru memberikan penjelasan mengenai akar masalah mengapa demonstrasi terjadi. Sekaligus, menyampaikan solusi atas desakan ratusan ribu orang dari ormas keagamaan.Oleh sebab itu, anggota Komisi I ini menilai para alumni HMI itu salah persepsi dan menafsirkan pernyataan SBY."Itu mungkin salah persepsi justru SBY mengingatkan pemerintah. Tapi kalau dia menafsirkan yang berbeda ya itu hak mereka sendiri simpulkan demikian. Tapi intinya untuk mengingatkan," tegasnya.Senada dengan Syarief, Juru Bicara Partai Demokrat, Rico Rustombi menyebut pelaporan tersebut tak beralasan. Dia menilai seharusnya pelaporan harus disertakan dengan data yang akurat sehingga tak main asal lapor."Apa dasarnya mengatakan Pak SBY memprovokasi orang untuk melakukan kegiatan (demo) pada tanggal 4 November? Itu sangat tidak beralasan. Itu menurut saya sangat tidak baik, menuduh orang tanpa data yang akurat dan melaporkan ke Bareskrim," kata Rico di Pasar Paseban, Jakarta, Jumat (11/11).Rico yang juga juru bicara Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni ini menjelaskan SBY akan angkat bicara untuk menanggapi dalam waktu dekat untuk menanggapi pelaporan tersebut. "Kita tunggu saja perkembangannya, pasti pak SBY sebagai tokoh negara bangsa mencermati dinamika yang berkembang, beliau menginginkan kebhinekaan. Yang jelas melaporkan ke Bareskrim itu menurut saya adalah sebuah langkah yang sangat tidak cerdas," katanya.Untuk diketahui, dalam dua hari sebelum aksi besar-besaran demo Ahok, SBY buka suara. Dalam konferensi pers yang digelar di kediamannya Cikeas, Jawa Barat mertua Anissa Pohan itu menyebut jika Ahok harus diproses hukum."Pak Ahok yang harus diproses hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum," kata SBY dalam jumpa pers di kediamannya, Cikeas, Jawa Barat, Rabu (2/11) lalu.Menurutnya, jika proses hukum sudah dilakukan maka tak ada alasan untuk menuding bahwa Ahok tak bisa disentuh hukum. "Setelah Pak Ahok diproses secara hukum semua pihak menghormati, ibaratnya jangan gaduh," katanya.SBY juga meminta agar penegak hukum tak ditekan dalam menjalankan tugasnya. Presiden ke-6 RI ini menyatakan, saat ini 'bola' kasus dugaan pencemaran agama yang dilakukan Ahok berada di penegak hukum."Berarti bola sekarang ada di penegak hukum, bukan di jalan raya, bukan di Pak Jokowi. Bola sekarang ada di penegak hukum jutaan rakyat memandang melalui media," kata SBY.