Orangtua tak setuju Saori pacaran sama sopir taksi online

Orangtua tak setuju Saori pacaran sama sopir taksi online. Selain itu anak Saori dari hasil pernikahan suami pertamanya mengalami trauma lantaran melihat langsung penganiayaan tersebut.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Orangtua tak setuju Saori pacaran sama sopir taksi online
WN Jepang korban penganiayaan. ©2016 twitter.com

Saori, perempuan asal Jepang ini dianiaya JFJ yang merupakan pacarnya sendiri. Rupanya, hubungan keduanya tak mendapat restu orangtua Saori lantaran kondisi ekonomi JFJ belum stabil."Hubungan mereka kurang disetujui karena pacar Saori belum stabil. Dulu pelaku sempat punya usaha dari orangtuanya tapi usaha itu nggak jalan," kata salah satu sahabat Saori, Even Kurniawan kepada merdeka.com di RS Tria Dipa, Jakarta Selatan, Senin (24/10).Selain itu, masih kata Even, anak Saori dari hasil pernikahan suami pertamanya mengalami trauma lantaran melihat langsung penganiayaan tersebut."Anak korban yang usianya masih 4 tahun mengalami trauma. Kita berharap polisi bisa menuntaskan kasus ini," pinta Zakir.Disamping itu, Saori juga dikenal sebagai pribadi yang mencintai budaya Indonesia. Sampai-sampai ia berkeinginan pindah kewarganegaraan jadi WNI."Saori sudah lama di Indoensia, sejak usia 18 tahun dia di sini. Ayahnya orang Jepang, Ibunya orang Surabaya. Dia dari dulu kepingin jadi WNI," kata Even."Dia (Saori) itu juga pernah jadi model remaja di sebuah majalah. Dia juga hobi membatik meski bukan orang Indonesia," pungkas Even.

Rekomendasi