Cerita Luhut semobil sama Jokowi tak diberitahu soal rotasi menteri

Siapa sosok paling banyak mengisi pos di lingkaran Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla? Jawabannya tentu Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam dua tahun sudah tiga kali Luhut berganti posisi. Saat awal Jokowi berkuasa, pensiunan jenderal itu menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Cerita Luhut semobil sama Jokowi tak diberitahu soal rotasi menteri
Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Siapa sosok paling banyak mengisi pos di lingkaran Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla? Jawabannya tentu Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam dua tahun sudah tiga kali Luhut berganti posisi. Saat awal Jokowi berkuasa, pensiunan jenderal itu menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Setelah ada perombakan, Luhut digeser menjadi Menko Polhukam. Tak selang berapa lama Luhut kembali dipindah jadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.Selanjutnya oleh Jokowi, Luhut merangkap jabatan Plt Menteri ESDM. Luhut dipercaya menduduki kursi Arcandra Tahar yang dicopot karena memiliki dua paspor, Amerika Serikat dan Indonesia. "Tapi itu lah misteri hidup. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita," kata Luhut dikutip dalam akun Facebooknya, Selasa (18/10).Dia lalu bercerita soal serangkaian jabatan yang dipercayakan kepadanya. "15 Agustus 2016, waktu itu saya masih memakai piyama, tiba-tiba membaca pengumuman bahwa saya diangkat menjadi Plt Menteri ESDM," ungkapnya.Begitu juga saat Jokowi menunjuk Ignasius Jonan sebagai menteri ESDM dan Arcandra wakilnya, Jumat (14/10). Saat itu Luhut sudah mau naik pesawat terbang menuju Kayong, Kalimantan Barat."Diberitahu bahwa Pak Jonan dilantik sebagai menteri ESDM dan Pak Arcandra sebagai wakilnya siang itu juga," tuturnya.Sebelumnya, saat diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada akhir 2014, Luhut mengaku sedang liburan ke luar kota, tiba-tiba dia ditelepon agar segera balik ke Jakarta. Nah, pada 11 Agustus 2016, dia lagi-lagi terkejut karena diminta jadi Menko Polhukam, padahal malamnya masih bersama Jokowi, tetapi tak diberitahu. Kejadian itu terulang lagi ketika ditunjuk menjadi Menko Maritim. "Hari itu saya masih satu mobil dengan Pak Presiden di Magelang. Tiba-tiba pada malam harinya saya diberitahu jika saya digeser untuk menjadi Menko Maritim," kata mantan Dubes Indonesia untuk Singapura itu.Menghadapi berbagai situasi tersebut, Luhut tetap menerapkan layaknya seorang prajurit sejati. Semua perintah dijalani tanpa mengeluh sedikit pun. "Saya hanya bisa bilang, 'siap laksanakan', tidak ada lagi jawaban lain," imbuhnya."Oleh karena itu marilah kita bekerja saja dengan baik sesuai bidang masing-masing, tidak perlu over react dan 'ojo dumeh'," tandasnya.

Rekomendasi